====== INTERPRETASI OUTAGE DAN DERATING ======

----

Contoh berikut menggambarkan berbagai kondisi outage untuk membantu memperjelas status outage dan derating dari suatu unit pembangkit :
  * **A. Skenario # 1: FO ke PO** \\ Sebuah PLTU terjadi gangguan bocor boiler, sementara empat hari lagi dijadwalkan overhaul (PO). Unit harus keluar jaringan dalam waktu 6 jam untuk perbaikan. Karena unit sudah direncanakan PO dan sistem memungkinkan, P3B mengijinkan unit untuk memasuki PO lebih awal. Umumnya butuh waktu 36 jam untuk perbaikan kebocoran boiler, oleh karena itu, 36 jam outage yang pertama dianggap sebagai FO2. Setelah periode 36 jam kemudian, status unit berubah menjadi PO. \\ \\
  * **B. Skenario # 2: Outage yang bisa ditunda sampai akhir periode mingguan (ROM)** \\ Hari Senin, PLTU terjadi vibrasi mendadak pada IDF. Vibrasi tsb tidak sampai mengakibatkan unit trip, tetapi ada indikasi bahwa unit harus keluar segera untuk pengecekan dan perbaikan gangguan tsb. Setelah diskusi, manajemen pembangkit memutuskan PLTU dapat dikeluarkan minggu depan tanpa menimbulkan kerusakan lebih jauh pada unit atau membahayakan keselamatan personelnya. \\ Hari Jumat, P3B mengijinkan unit untuk keluar melaksanakan perbaikan sebab ada unit lain yang sudah selesai (siap) untuk operasi. Walaupun PLTU keluar pada minggu yang sama saat gangguan vibrasi terjadi, status keluarnya tersebut adalah Maintenance Outage (MO), sebab unit masih bisa beroperasi sampai periode operasi mingguan berikutnya.\\ \\
  * **C. Skenario # 3: Outage yang tidak bisa ditunda sampai akhir periode mingguan (ROM)** \\ Hari Rabu, PLTG mengalami vibrasi. Pada awalnya vibrasi tidak parah tetapi 4 jam berikutnya, vibrasi meningkat sehingga unit harus dikeluarkan. Unit tetap dioperasikan sampai setelah periode beban puncak. PLTG tidak diperlukan lagi sampai Jumat sore yang akan datang. Setelah periode beban puncak, pembangkit dikeluarkan dari sistem oleh operator pembangkit. Walaupun unit tersebut tidak diperlukan sampai Jumat, tetapi unit tidak bisa dioperasikan sampai akhir periode ROM karena vibrasi. Oleh karena itu, outage tersebut adalah Force Outage (FO2) dan berlaku sampai masalah vibrasi diperbaiki dan masuk lagi ke jaringan. \\ \\
  * **D. Skenario #4: Perpanjangan PO/MO saat pekerjaan masih merupakan Lingkup Kerja Awal** \\ Selama overhaul PLTU #1, pekerjaan perbaikan Elektrostatik Precepitator (ESP) lebih ekstensif dari yang diperkirakan. Lebih banyak suku cadang telah dipesan dan tiba untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan tersebut. Namun, pekerjaan perbaikan ESP diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama sehingga akan menunda unit untuk online ke jaringan selama 3 hari. Karena pekerjaan perbaikan ESP termasuk dalam lingkup pekerjaan awal (overhaul) dan P3B menyetujui tambahan waktu, maka 3 hari perpanjangan tersebut disebut Planned Outage Extension (PE). \\ \\
  * **E. Skenario #5: Perpanjangan Planned/Maintenance Outage (PO/MO) saat pekerjaan bukan bagian dari Lingkup Pekerjaan Awal** \\ Dalam pelaksanaan MO PLTU #1 (perbaikan bearing turbin), mekanik mengecek packing Start-up Feed Water Boiler dan memutuskan untuk mengganti packing tsb saat itu juga. Pekerjaan tsb bukanlah bagian dari lingkup pekerjaan pemeliharaan yang awal tetapi dianggap penting untuk mencegah unit outage dimasa mendatang. Akibat pekerjaan perbaikan dan tidak adanya packing tersedia di tempat, maka MO mundur selama 12 jam (sampai online jaringan). Semua jam outage kecuali 12 jam yang terakhir adalah MO. Yang 12 jam terakhir adalah FO1, karena:
    * Unit online tertunda.
    * Pekerjaan tsb bukan bagian dari lingkup pekerjaan outage yang awal (MO).\\ \\
  * **F. Skenario #6: Pekerjaan Perbaikan tak terduga selama PO atau MO, tetapi bisa diselesaikan dalam waktu outage yang dijadwalkan** \\ PLTU #1 ketika sedang melakukan overhaul ditemukan beberapa blade IDF perlu diganti. Pekerjaan tsb bukan bagian dari lingkup pekerjaan yang awal tetapi spare part tersedia di gudang dan pekerjaan perbaikan ID-Fan telah diselesaikan dalam periode PO. Tidak ada keterlambatan di dalam startup unit yang disebabkan oleh Pekerjaan perbaikan ID-Fan tersebut. Karena unit tidak tertunda dari startup yang dijadwalkan sehubungan dengan pekerjaan perbaikan ID-fan serta masuk ke jaringan sesuai jadwal, maka pekerjaan tersebut tidak mempengaruhi status pembangkit.

----
