====== STATUS UNIT PEMBANGKIT =====

----

{{ :suralaya:ikp:status_unit_pembangkit.png?500 |}}

===== A. OUTAGE =====

Outage terjadi apabila suatu unit tidak sinkron ke jaringan dan bukan dalam status Reserve Shutdown. Klasifikasi outage secara umum dikelompokkan menjadi tujuh jenis kejadian.
Suatu outage dimulai ketika unit dikeluarkan dari jaringan atau pindah status misalnya dari status Reserve Shutdown menjadi Maintenance Outage. Outage berakhir ketika unit terhubung ke jaringan atau pindah ke status lain.

**IR - Inactive Reserve**
Yaitu pekerjaan persiapan operasi unit pembangkit selama paling lama 7 hari, untuk pembangkit yang sedang mengalami Reserve Shutdown (RS) sedikitnya 60 hari. Pernyataan IR harus disampaikan oleh Pembangkit setelah diminta operasi oleh P3B. Jika waktu pekerjaan persiapan tersebut melebihi 7 hari, maka statusnya bukan IR tetapi FO3.

**Catatan:** Unit harus dapat dioperasikan ketika IR mulai. Selama IR, pekerjaan pengujian start up diperbolehkan sampai full speed no load.

**MB - Mothballed**
Yaitu pekerjaan persiapan operasi unit pembangkit selama paling lama 30 (tiga puluh) hari untuk pembangkit yang sedang mengalami FO, MO, atau PO sedikitnya 60 (enam puluh) hari dan diminta oleh P3B untuk operasi. MB hanya berlaku untuk pembangkit-pembangkit yang oleh pihak perusahaan (pemilik) nya sedang dipertimbangkan untuk mengudurkan diri dari sistem karena faktor usia pembangkit sudah tua dan sering terjadi gangguan mekanis.

**RU - Retired**
Yaitu unit tidak siap operasi karena mengundurkan diri dari system dan tidak berniat untuk kembali masuk sistem namun belum dibongkar instalasinya.

  - **PO - Planned Outage** \\ Yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya pekerjaan pemeliharaan periodik pembangkit seperti inspeksi, overhaul atau pekerjaan lainnya yang sudah dijadwalkan sebelumnya dalam rencana tahunan pemeliharaan pembangkit atau sesuai rekomendasi pabrikan. Perubahan PO dapat direvisi paling akhir dalam ROB dimana PO akan dilaksanakan, jika dibutuhkan oleh sistem dapat direvisi dalam ROM dimana PO akan dilaksanakan.\\ \\
  - **PE - Planned Outage Extension** \\ Yaitu outage perpanjangan yang direncanakan, sebagai perpanjangan Planned Outage (PO) yang belum selesai pada waktu yang telah ditentukan. Ini artinya bahwa sebelum dimulai, periode dan tanggal operasinya telah ditetapkan. PE hanya bisa dilakukan 1 (satu) kali dan diajukan pada saat PO berlangsung, serta telah dijadwalkan dalam ROB/ROM. Semua pekerjaan sepanjang PE adalah bagian dari lingkup pekerjaan awal dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai. Jika periode PE melewati batas waktu yang ditentukan, maka statusnya adalah FO.\\ \\
  - **MO - Maintenance Outage** \\ Yaitu keluarnya pembangkit untuk keperluan pengujian, pemeliharaan preventif, pemeliharaan korektif, perbaikan atau penggantian suku cadang atau pekerjaan lainnya pada pembangkit yang dianggap perlu dilakukan, yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya hingga jadwal PO berikutnya dan telah dijadwalkan dalam ROB/ROM berikutnya.\\ \\
  - **ME - Maintenance Outage Extension** \\ Yaitu pemeliharaan outage perpanjangan, sebagai perpanjangan MO yang belum selesai dalam waktu yang telah ditetapkan. Ini artinya bahwa sebelum MO dimulai, periode dan tanggal selesainya telah ditetapkan. Semua pekerjaan sepanjang ME adalah bagian dari lingkup pekerjaan awal dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai dan diusulkan oleh pembangkit. \\ \\
  - **SE - Scheduled Outage Extension** \\ Adalah perpanjangan dari Planned Outage (PO) atau Maintenance Outage (MO), yaitu outage yang melampaui perkiraan durasi penyelesaian PO atau MO yang telah ditentukan sebelumnya. \\ \\ "Durasi yang ditentukan" dari outage juga menentukan "perkiraan tanggal penyelesaian” dari PO atau MO. Jika unit dijadwalkan untuk perbaikan selama 4 (empat) minggu, maka unit diharapkan sudah siap operasi 4 (empat) minggu setelah tanggal mulai outage. Dalam hal outage dimajukan atau dimundurkan untuk keperluan sistem, maka tanggal mulai outage ditambah durasi outage akan menentukan tanggal berakhirnya outage. Sepanjang outage tidak lebih lama dari yang direncanakan, maka tanggal berakhirnya outage digeser agar bersamaan sesuai dengan periode durasi yang telah ditentukan. \\ \\ Dalam hal terdapat perpindahan status outage pembangkit, tanggal dan waktu akhir outage yang satu akan menjadi awal outage berikutnya. Status unit hanya dapat diubah jika outage yang pertama telah berakhir. Sebagai contoh, jika unit keluar paksa (FO/FO1) disebabkan suatu tabung dinding air bocor (tepat sebelum unit tersebut akan keluar terencana-PO), maka perbaikan kerusakan akibat FO/FO1 harus selesai terlebih dahulu sebelum status unit diubah dari FO1 ke status PO. Petugas pemeliharaan dapat memulai pekerjaan PO, namun status unit tidak akan menjadi PO sebelum pekerjaan outage FO1 selesai dan unit dapat beroperasi kembali. \\ \\ Semua pekerjaan selama PO dan MO ditentukan terlebih dahulu dimuka dan dikenal sebagai "lingkup pekerjaan awal". SE hanya digunakan pada kondisi dimana lingkup pekerjaan awal memerlukan waktu lebih untuk penyelesaiannya dibanding yang dijadwalkan sebelumnya. \\ \\ SE tidak digunakan dalam kondisi dimana ditemukan problem/permasalahan tak diduga pada saat outage yang menyebabkan unit keluar dari sistem melampaui tanggal berakhirnya PO atau MO yang diperkirakan. Kondisi ini dianggap sebagai Forced Outage-Immediate (FO1). SE juga tidak digunakan pada kondisi dimana dijumpai permasalahan tak diduga ketika unit startup. Jika suatu unit selesai PO atau MO sebelum tanggal penyelesaian yang diperkirakan, maka apapun permasalahan yang menyebabkan outage atau derating setelah tanggal penyelesaian tersebut tidak dianggap sebagai bagian dari PO atau MO. \\ \\ SE atau FO1 mulai pada waktu yang sama (bulan/hari/jam/menit) yaitu pada saat PO atau MO berakhir. \\ \\
  - **SF - Startup Failure ** \\ Yaitu outage yang terjadi ketika suatu unit tidak mampu sinkron dalam waktu start up yang ditentukan setelah dari status outage atau RSH. SF mulai ketika terjadi problem yang menghambat startup. SF berakhir ketika unit sinkron, atau berubah ke status lain yang diizinkan.\\ \\ Periode Startup untuk masing-masing unit ditentukan oleh Unit pembangkit. Hal ini spesifik untuk tiap unit, dan tergantung pada kondisi unit ketika startup (panas, dingin, standby, dll.). Periode start up dimulai dari perintah start dan berakhir ketika unit sinkron.\\ \\
  - **FO - Forced Outage** \\ Yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya kondisi emergensi pada pembangkit atau adanya gangguan yang tidak diantisipasi sebelumnya serta yang tidak digolongkan ke dalam MO atau PO.
    - **FO1 - Forced Outage - Immediate** \\ Adalah outage yang memerlukan keluarnya pembangkit dengan segera baik dari kondisi operasi, RSH atau status outage lainnya. Jenis outage ini diakibatkan oleh kontrol/ mekanik/electrical/hydraulic yang mengakibatkan unit pembangkit trip atau segaja ditripkan oleh operator sebagai respon atas alarm/kondisi unit.\\ \\
    - **FO2 - Forced Outage - Delayed** \\ Adalah outage yang tidak memerlukan unit pembangkit untuk keluar segera dari sistem tetapi dapat ditunda paling lama dalam 6 (enam) jam. Outage jenis ini hanya dapat terjadi pada saat unit dalam keadaan terhubung ke jaringan serta melalui proses penurunan beban bertahap (shutdown normal).\\ \\
    - **FO3 - Forced Outage - Postponed** \\ Adalah outage yang dapat ditunda lebih dari 6 (enam) jam. Outage jenis ini hanya dapat terjadi pada saat unit dalam keadaan terhubung ke jaringan serta melalui proses penurunan beban bertahap (shutdown normal). \\ \\ Penundaan harus diberitahukan secara resmi (setelah ada pembicaraan awal antara Operator Pembangkit dan Dispatcher).


----

===== B. DERATING =====

[[1_status_unit_pembangkit#b. derating|Derating]] terjadi apabila daya keluaran (MW) unit kurang dari [[DMN]]-nya. Derating digolongkan menjadi beberapa kategori yang berbeda. Derating mulai ketika unit tidak mampu untuk mencapai 98% DMN dan lebih lama dari 30 (tiga puluh) menit. Derating berakhir ketika peralatan yang menyebabkan derating tersebut kembali normal, terlepas dari apakah pada saat itu unit diperlukan sistem atau tidak. Kapasitas yang tersedia didasarkan pada keluaran unit dan bukan pada instruksi dispacth.

Semua derating lebih besar dari 2% [[DMN]] meskipun kurang dari 30 menit atau lebih kecil dari 2% tetapi lebih dari 30 menit harus dilaporkan ke P3B. Sebagai contoh, suatu derated 10% dari [[DMN]] tetapi berlangsung 10 menit harus dilaporkan ke P3B; suatu derated 1% dari [[DMN]] tetapi berlangsung 6 (enam) jam harus dilaporkan ke P3B. Derating jenis ini tidak diperhitungkan dalam transaksi tenaga listrik, tetapi akan digunakan sebagai data operasional.

  - **PD - Planned Derating** \\ Adalah derating yang dijadwalkan dan durasinya sudah ditentukan sebelumnya dalam rencana tahunan/bulanan pemeliharaan pembangkit. Derating berkala untuk pengujian, seperti test klep turbin mingguan, bukan merupakan PD, tetapi MD.\\ \\
  - **MD - Maintenance Derating** \\ Adalah derating yang dapat ditunda melampaui akhir periode operasi mingguan (Kamis, pukul 24:00 WIB) tetapi memerlukan pengurangan kapasitas sebelum PO berikutnya. [[derating|MD]] juga harus dijadwalkan dalam Rencana Operasi Mingguan (ROM).\\ \\
  - **DE - Derating Extension** \\ Adalah perpanjangan dari [[derating|PD]] atau [[derating|MD]] yang melampaui tanggal penyelesaian yang diperkirakan.\\ DE hanya digunakan apabila lingkup pekerjaan awal memerlukan waktu lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya dibanding waktu yang telah dijadwalkan. DE tidak digunakan dalam kejadian dimana ada keterlambatan atau permasalahan tak diduga diluar lingkup pekerjaan awal sehingga unit tersebut tidak mampu untuk mencapai beban penuh setelah akhir tanggal PD atau MD yang diperkirakan. DE harus mulai pada waktu (bulan/hari/jam/menit) saat PD atau MD direncanakan berakhir.\\ \\
    * **MDE - Maintenance Derating Extension** \\ Adalah pemeliharaan lanjutan yang mengakibatkan derating, sebagai lanjutan Maintenance Derating (MD) yang tidak bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ini artinya bahwa di awal Peristiwa MDE, derate mempunyai waktu pekerjaan yang diperkirakan dan termasuk tanggal unit untuk kembali operasi. Semua pekerjaan sepanjang MDE dijadwalkan (bagian dari lingkup pekerjaan awal) dan semua perbaikan ditentukan sebelum MDE mulai (diajukan ke P3B pada saat MD masih berlangsung paling lambat dalam rencana operasi harian sebelum jam 14:00 WIB). MDE hanya dapat dilakukan sekali dalam periode tersebut, setelah itu menjadi [[derating|FD]]. \\ \\
    * **PDE - Planned Derating Extension** \\ Suatu outage lanjutan yang direncanakan sebagai perluasan dari Planned Derating (PD) yang tidak bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ini berarti bahwa di awal PDE, jangka waktunya telah diperkirakan dan tanggal unit untuk kembali operasi juga telah ditetapkan. Semua pekerjaan sepanjang PDE adalah bagian dari lingkup pekerjaan awal dan semua perbaikan ditentukan sebelum [[derating|PDE]] mulai (diajukan ke P3B pada saat [[derating|PD]] masih berlangsung, paling akhir pada periode mingguan hari Rabu jam 14:00 WIB, apabila hari Rabu merupakan hari libur maka pengajuan PDE dilakukan hari kerja sebelumnya). [[derating|PDE]] hanya dapat dilakukan sekali dalam periode tersebut, setelah itu menjadi FD. \\ \\
  - **FD - Force Derating** \\ [[Derating]] yang terjadi tanpa direncanakan terlebih dahulu. Syarat dan ketentuan derating seperti yang diterangkan di atas. \\ \\
    * **FD1 - Forced Derating - Immediate** \\ [[Derating]] yang memerlukan penurunan kapasitas segera (tdk dapat ditunda).\\ \\
    * **FD2 - Forced Derating - Delayed** \\ Derating yang tidak memerlukan suatu penurunan kapasitas segera tetapi memerlukan penurunan dalam dalam waktu 6 (enam) jam. \\ \\
    * **FD3 - Forced Derating - Postponed** \\ Derating yang dapat ditunda lebih dari 6 (enam) jam. \\ \\
**Kondisi yang tidak dapat digolongkan sebagai derating adalah sbb:**
  - Daya mampu aktual Pembangkit yang lebih besar dari atau sama dengan 98% (sembilan puluh delapan persen) dari [[DMN]] pembangkit dalam selang waktu setengah jam secara terus-menerus.
  - Apabila diminta oleh [[Dispatcher]] BOPS atau REGION P3B untuk mencapai tingkat pembebanan tertentu, dan pembebanan Pembangkit aktual mencapai tingkat pembebanan tersebut dengan rentang -2% (minus dua persen) dari [[DMN]] dalam selang waktu setengah jam secara terus-menerus. Hal ini berlaku untuk pembangkit dengan modus operasi Governor Free/LFC.
  - Derating saat Unit Startup \\ Tiap unit mempunyai waktu "standar" atau "normal" untuk mencapai beban penuh setelah/dari keadaan outage. Jika suatu unit dalam proses start up dari kondisi outage ke tingkat beban penuh atau ke tingkat beban yang ditentukan sesuai periode yang “normal”, maka tidak ada derating pada unit. Jika unit memerlukan waktu lebih panjang dibanding waktu start up normal menuju beban penuh atau menuju beban yang ditentukan dispatcher, maka unit dianggap mengalami [[derating]]. Kapasitas unit pada akhir periode normal akan menentukan derate dan derate akan berlangsung sampai unit dapat mencapai kemampuan beban penuh atau tingkat beban yang ditentukan [[dispatcher]].

===== C. RESERVE SHUTDOWN (RS) DAN NON CURTAILING (NC) =====

**RS - Reserve Shutdown**
Adalah suatu kondisi apabila unit siap operasi namun tidak disinkronkan ke sistem karena beban yang rendah. Kondisi ini dikenal juga sebagai economy outage atau economy shutdown. Jika suatu unit keluar karena adanya permasalahan peralatan, baik unit diperlukan atau tidak diperlukan oleh sistem, maka kondisi ini dianggap sebagai sebagai FO, MO, atau PO, bukan sebagai Reserve Shutdown (RS). \\

Pada saat unit sedang dalam status RS, seringkali pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan menyebabkan unit outage atau derating seandainya diminta operasi dan sinkron ke sistem. Jika pekerjaan pemeliharaan tidak dapat dihentikan atau diselesaikan, maka status RS berubah menjadi outage atau derating. \\

**NC - Kondisi Noncurtailing**
Adalah kondisi yang dapat terjadi kapan saja dimana peralatan atau komponen utama tidak dioperasikan untuk keperluan pemeliharaan, pengujian, atau tujuan lain yang tidak mengakibatkan unit outage atau derating. \\

NC juga dapat terjadi ketika unit pembangkit sedang beroperasi dengan beban kurang dari kapasitas penuh yang terkait dengan kebutuhan pengaturan sistem. Selama periode ini, peralatan dapat dilakukan pekerjaan, pemeliharaan, pengujian, atau alasan lain dan dilaporkan sebagai suatu NC jika kedua kondisi yang berikut dijumpai:

  * Kemampuan unit tidak berkurang sampai di bawah kebutuhan sistem
  * Pekerjaan dapat dihentikan atau diselesaikan serta tidak mengurangi kemampuan DMN serta waktu ramping-up dalam jangkauan normalnya jika dan unit telah diperlukan oleh sistem.

Jika kondisi-kondisi tersebut tidak bisa dipenuhi, laporkan kejadian tersebut sebagai peristiwa outage atau derating, bukan NC.

===== D. CATATAN OUTAGE DAN DERATING =====
  - **Outside Management Control Outages** \\ Ada sumber penyebab dari luar yang mengakibatkan unit pembangkit deratings atau outages. Yang termasuk penyebab outages tersebut (tetapi tidaklah terbatas pada) misalnya badai salju, angin topan, angin ribut, kualitas bahan bakar rendah, gangguan pasokan bahan bakar, dan lain lain. Laporkan semua peristiwa OMC ke P3B. Peristiwa tersebut tidak boleh digolongkan sebagai Reserve Shutdown (RS) atau peristiwa Noncurtailing (NC). NERC mengijinkan kalkulasi peristiwa dengan dan tanpa Peristiwa OMC. Peristiwa yang disebabkan oleh OMC tidak diperhitungkan dalam setelmen. \\ \\
  - **Testing Terkait Outages** \\ **Pengujian On-line:** Jika unit harus disinkron pada beban tertentu dalam rangka menguji performance terkait PO, MO, atau FO (FO1, FO2, FO3, SF), laporkan pengujian tersebut sebagai Planned Derating (PD), Maintenance Derating (MD), atau Derating tidak direncanakan (FD). Semua peristiwa tersebut berawal ketika pengujian mulai, dan berakhir ketika pengujian selesai. Laporkan semua produksi energi yang dihasilkan unit selama periode on-line testing tersebut. \\ **Pengujian off-line:** Laporkan pengujian terkait outage yang tdk sinkron sebagai bagian dari peristiwa outagenya. Outage berakhir ketika pengujian selesai dan unit telah sinkron/pindah status lain. \\ Boleh melaporkan jenis pengujian ini terpisah dari peristiwa outagenya. Dalam hal ini, periode pengujian menjadi suatu peristiwa baru, outage berakhir ketika periode pengujian mulai. Peristiwa Pengujian berakhir ketika unit sinkron atau ditempatkan pada Status Unit yang lain. \\ \\
  - **Derating saat Unit Startup atau Shutdown** \\ Tiap unit mempunyai waktu "standar" atau "normal" untuk mencapai beban penuh setelah/dari keadaan outage. Jika suatu unit dalam proses start up dari kondisi outage ke tingkat beban penuh atau ke tingkat beban yang ditentukan sesuai periode yang “normal”, maka tidak ada derating pada unit pembangkit tersebut. Jika unit memerlukan waktu lebih panjang dibanding waktu start up normal menuju beban penuh atau menuju beban yang ditentukan dispatcher, maka unit dianggap mengalami derating. Daya mampu unit pada akhir periode normal akan menentukan derate dan derate akan berlangsung sampai unit dapat mencapai kemampuan beban penuh atau tingkat beban yang ditentukan dispatcher. \\ Tidak ada derating untuk unit shutdown. Setiap unit perlu shutdown dengan aman, dengan mengurangi peralatan atau memperhatikan resiko keselamatan personil. Beberapa shutdown dapat cepat seperti layaknya unit trip; yang lain bisa lebih lambat seperti turunnya unit menuju PO. Dalam kasus manapun, unit tidaklah derated. \\ \\
  - **Derating karena Pengaruh Lingkungan (Ambient-Related Losses)** \\ Derating karena kondisi lingkungan (kode penyebab 9660-OMC), dilaporkan sebagai peristiwa derating ke P3B. \\ \\
  - **Kebutuhan Pengaturan Sistem (Dispatch Requirement)** \\ Unit pembangkit yang beroperasi dibawah DMN karena pengaturan sistem dikenal sebagai "load following", baik unit Pembangkit yang diatur secara manual, governor free, maupun oleh LFC (Load Frequency Control) tidak dilaporkan ke P3B sebagai derating, dengan syarat: \\
    - Daya mampu pembangkit dapat mencapai perintah dispatch LFC (untuk pembangkit yang bisa LFC dan diaktifkan);
    - Daya mampu pembangkit dapat mencapai + 2,5% dari DMN dibandingkan dengan perintah dispatch (untuk pembangkit yang Governor Free nya diaktifkan)
    - Daya mampu pembangkit dapat mencapai perintah dispatch (untuk pembangkit yang tidak bisa Governor Free/LFC). \\ \\ Walaupun Load following tidak dilaporkan ke P3B sebagai derating, setiap pemeliharaan, pengujian, dan lain lain yang dilakukan sepanjang periode load following harus dilaporkan sebagai suatu peristiwa Non Curtailing (NC).\\ \\
  - **Overlap Deratings** \\ Deratings tumpang-tindih satu sama lain dalam waktu bersamaan. Derating-derating ini akan diperhitungkan secara aditip (kecuali yang tertutup dengan suatu outage atau derating yang lebih besar untuk jangka waktu keseluruhan mereka). Ini berarti derating pertama diasumsikan sebagai penyebab utama dari pengurangan beban sampai akhir atau sampai outage penuh mulai.
  - **Derating Bervariasi** \\ Derating dalam periode tertentu bisa berubah-ubah dengan penyebab yang sama. Laporan derating ini bisa dilaporkan dengan dua metoda:
    - Laporkan sebagai derating baru setiap kemampuan unit berubah.
    - Menentukan kemampuan unit rata-rata sepanjang derating yang berbeda-beda dan hanya satu peristiwa rata-ratanya yang dilaporkan ke P3B. \\ \\ **Contoh Merata-ratakan Derating:**\\ \\ Unit 1000 MW mengalami derating, disebabkan oleh hambatan emisi selama 10 hari (240 jam). Selama periode ini, besarnya derating bervariasi sbb :\\ 1). 30 MW selama 40 jam\\ 2). 50 MW selama 10 jam\\ 3). 20 MW selama 110 jam\\ 4). 40 MW selama 80 jam.\\ Sepanjang waktu ini, unit juga mengalami peristiwa outage tidak direncanakan FO1 selama 90 jam dan mengalami Reserve Shutdown (RS) selama 20 jam.\\ Total MWH yang hilang pada setiap tingkatan derating dihitung dan dijumlahkan = (40 jam x 30 MW) + (10 jam x 50 MW) + (110 jam x 20 MW)+ (80 jam x 40 MW) = 7100 MWH.\\ \\ Rata-rata MW yang hilang selama 10 hari adalah total MWH yang hilang dibagi dengan banyaknya jam keseluruhan periode derating = 7100/240 = 30 MW.\\ \\ Jadi, kemampuan unit selama 10 hari derating = 1000 MW – 30 MW = 970 MW. \\ \\
  - **Force Majeure Outage (FMO):** \\ Yaitu keluarnya Pembangkit sebagai akibat dari terjadinya bencana alam, perang, kekacauan umum, huru hara, sabotase, pemberontakan, pemogokan atau larangan bekerja atau tindakan industrial oleh para buruh atau karyawan pihak terkait, dan kejadian lainnya yang digolongkan sebagai peristiwa Sebab Kahar (force majeure) yang disepakati Penjual dan Pembeli. \\ \\
  - **Force Majeure Derating:** \\ Yaitu penurunan kemampuan Pembangkit sebagai akibat dari terjadinya bencana alam, perang, kekacauan umum, huru hara, sabotase, pemberontakan, pemogokan atau larangan bekerja atau tindakan industrial oleh para buruh atau karyawan pihak terkait, dan kejadian lainnya yang digolongkan sebagai peristiwa Sebab Kahar (force majeure) yang disepakati Penjual dan Pembeli. \\ \\
  - **Apabila diminta oleh Dispatcher P3B atau Region P3B untuk mencapai tingkat pembebanan tertentu, dan pembebanan Pembangkit aktual mencapai tingkat pembebanan tersebut dengan rentang -2% (minus dua persen) dari DMN dalam selang waktu setengah jam secara terus-menerus.** \\ \\ Dengan demikian, apabila tingkat pembebanan Pembangkit aktual lebih kecil dari tingkat pembebanan yang diminta oleh Dispatcher P3B atau Region P3B dikurangi 2% (dua persen) DMN, maka Pembangkit dianggap mengalami derating sebesar DMN dikurangi tingkat pembebanan aktualnya. \\ \\
  - **Dalam hal permintaan PO/MO yang sudah terjadwal ditunda karena kebutuhan sistem sehingga menyebakan FO atau FD maka kondisi tersebut dikategorikan FO OMC atau FD OMC, jika penyebabnya adalah komponen/system yang akan akan dilakukan PO/MO.**

----

===== E. DURASI =====
  - **Service Hours (SH)** \\ Adalah jumlah jam operasi unit pembangkit tersambung ke jaringan transmisi, baik pada kondisi operasi normal maupun kondisi derating. \\ \\
  - **Available Hours (AH)** \\ Adalah jumlah jam unit pembangkit siap dioperasikan yaitu Service Hours ditambah Reserve Shutdown Hours. \\ \\
  - **Planned Outage Hours (POH)** \\ Adalah jumlah jam unit tidak dapat beroperasi sebagai akibat dari Planned Outage untuk pelaksanaan pemeliharaan, inspeksi dan overhaul, yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya (misal : overhaul boiler, overhaul turbin) + Planned Outage Extension Hours (PEH). \\ \\
  - **Forced Outage Hours (FOH):** \\ Adalah jumlah jam unit keluar paksa sebagai akibat dari gangguan Forced Outages (FO1, FO2, FO3) + Startup Failures (SF). \\ \\
  - **Maintenance Outage Hours (MOH)** \\ Adalah jumlah jam unit tidak dapat beroperasi sebagai akibat dari keluar pemeliharaan karena Maintenance Outages (MO) + Maintenance Outage Extensions (MEH) dari Maintenance Outages (MO). \\ \\
  - **Reserve Shutdown Hours (RSH)** \\ Adalah jumlah jam unit tidak beroperasi karena tidak dibutuhkan oleh sistem (pertimbangan ekonomi). \\ \\
  - **Synchronous Hours (Syn.H)** \\ Adalah jumlah jam unit dalam kondisi kondensasi. \\ \\
  - **Period Hours (PH)** \\ Adalah total jumlah jam dalam suatu periode tertentu yang sedang diamati selama unit dalam status aktif. \\ \\
  - **Equivalent Seasonal Derated Hours (ESEDH)** \\ Adalah perkalian antara MW derating unit pembangkit akibat pengaruh cuaca/musim dengan jumlah jam unit pembangkit siap dibagi dengan DMN. \\ \\
  - **Equivalent Forced Derated Hours (EFDH)** \\ Adalah perkalian antara jumlah jam unit pembangkit derating secara paksa (FD1, FD2, FD3) dengan besar penurunan derating dibagi DMN. Setiap kejadian Forced Derating dikonversi menjadi jam ekivalen full outage, yang diperoleh dengan cara mengalikan durasi derating aktual (jam) dengan besar derating (MW) dan membagi perkalian tersebut dengan DMN pembangkit (MW). Semua jam ekivalen ini kemudian dapat dijumlahkan. \\ \\ CATATAN: Termasuk Unplanned (Forced) Deratings (FD1, FD2, FD3) selama Reserve Shutdowns (RS). Besar derating dihitung dengan cara mengurangi Daya mampu Netto dengan Daya Mampu Aktual pembangkit. \\ \\
  - **Equivalent Planned Derated Hours (EPDH)** \\ Adalah perkalian antara jumlah jam unit pembangkit derating terencana (Planned Derating) termasuk Extension (DE) dan besar penurunan derating dibagi dengan DMN. Setiap kejadian derating terencana (PD dan DE) dikonversi menjadi jam ekivalen full outage, yang diperoleh dengan cara mengalikan durasi derating aktual (jam) dengan besar derating (MW) dan membagi perkalian tersebut dengan DMN pembangkit (MW). Semua jam ekivalen ini kemudian dapat dijumlahkan. \\ \\ CATATAN: Termasuk Planned Deratings (PD) selama Reserve Shutdowns (RS). \\ \\
  - **Equivalent Forced Derated Hours during Reserve Shutdown (EFDHRS)** \\ Adalah perkalian antara jumlah jam unit pembangkit forced derating (FD1, FD2, FD3) selama reserve shutdown dan besar penurunan derating dibagi dengan DMN. Setiap kejadian Forced Derating (FD1, FD2, FD3) selama reserve shutdown dikonversi menjadi jam ekivalen full outage, yang diperoleh dengan cara mengalikan durasi derating aktual (jam) dengan besar derating (MW) dan membagi perkalian tersebut dengan DMN pembangkit (MW). Semua jam ekivalen ini kemudian dapat dijumlahkan. \\ \\
  - **Equivalent Planned Derated Hours During Reserve Shutdowns - EPDHRS (PD)** Adalah perkalian antara jumlah jam unit keluar terencana (Planned Derating, PD) selama reserve shutdown dan besar penurunan derating dibagi dengan DMN. Setiap kejadian planned derating selama reserve shutdown dikonversi menjadi jam ekivalen full outage, yang diperoleh dengan cara mengalikan durasi derating aktual (jam) dengan besar derating (MW) dan membagi perkalian tersebut dengan DMN pembangkit (MW). Semua jam ekivalen ini kemudian dapat dijumlahkan.


----

