====== TEORI PEMBAKARAN ======

----


===== 1. PENDAHULUAN =====

Teori pembakaran merupakan pengetahuan yang penting dalam rangkan memahami proses pembakaran secara benar. Namun sebelum membahas mengenai proses pembakaran terlebih dahulu harus dipahami beberapa definisi dan konsep dasar yang akan ditemui dalam analisis proses pembakaran bahan bakar.

==== 1.1. Teori Unsur ====
Semua benda yang terdapat di alam ini terdiri dari unsur-unsur. Bagian terkecil dari suatu unsur disebut ”Atom”, dimana atom suatu unsur tidak dapat diuraikan lagi secara kimia menjadi partikel yang lebih sederhana tanpa kehilangan sifat unsur aslinya. Contoh unsur-unsur tersebut diantaranya adalah nitrogen, karbon, oksigen, emas, hidrogen, sulfur, dan lain-lain. Sampai saat ini telah ditemukan kurang lebih 111 unsur. Untuk mempermudah identifikasi, maka tiap-tiap unsur diberi nama. Simbol kimia setiap unsur memakai satu atau dua huruf yang merupakan bagian dari kata dalam bahasa latin. Bila digunakan satu huruf, maka nama unsur ditulis dalam huruf besar. Bila terdiri dari dua huruf, maka huruf pertama huruf besar dan huruf kedua huruf kecil.

Contoh nama unsur dan simbol kimianya :

<WRAP group>

<WRAP column 150px>
Karbon (carbon) \\
Hidrogen \\
Oksigen \\
Sodium/Natrium \\
Belerang (sulphur) \\
Timah (lead) \\
</WRAP>

<WRAP column 150px>
: C \\
: H \\
: O \\
: Na \\
: S \\
: Pb = Plumbum
</WRAP>

<WRAP clear></WRAP>




==== 1.2. Berat Atom dan Molekul ====
Atom didefinisikan sebagai pertikel-partikel yang paling kecil yang tidak dapat dibagi lagi. \\
Satu atom tunggal mempunyai diameter kira-kira :

<WRAP column 25%>
$$ \frac{1}{100.000.000} $$
</WRAP>

<WRAP column 25%>
\\
$CM = 10^8$
</WRAP>

<WRAP clear></WRAP>

Atom dari semua elemen terbentuk oleh tiga jenis partikel yang berbeda Elektron, Neutron, dan Proton. Setiap unsur terdiri dari inti atom dan elektron dimana elektron mengorbit mengelilingi inti atom. Inti atom sendiri terdiri dari neutron dan proton. Atom-atom dari unsur yang berbeda mengandung jumlah neutron, proton, dan elektron yang berbeda. Beberapa jenis unsur seperti besi dan uranium memiliki atom-atom yang mengandung jumlah elektron orbit yang sama dengan jumlah proton dalam inti, tetapi berbeda jumlah neutronnya. Perbedaan semacam ini disebut ’Isotop’.

Untuk memudahkan perhitungan dalam proses penggabungan atom-atom, setiap atom diukur beratnya. Berat atom suatu unsur dinyatakan dengan cara membandingkan berat atom unsur tertentu dengan atom hidrogen yang dianggap memiliki berat atom satu (1).Karenanya berat atom seperti ini tidak memiliki satuan, sebagai contoh berat atom karbon adalah 12. Ini berarti bahwa atom karbon 12 kali lebih berat dari atom hidrogen. Daftar berat atom unsur-unsur dapat dilihat pada
tabel 1.1.

Apabila atom-atom bergabung satu dengan yang lain secara kimia, maka dihasilkan molekul. Atom-atom dari unsur-unsur misalnya hidrogen, oksigen dan nitrogen tidak pernah berdiri sendiri. Atom-atom dari unsurunsur tersebut selalu bergabung dan membentuk pasangan-pasangan (H2, O2, N2,) dan gabungan-gabungan ini juga dinamakan molekul. Apabila molekul bergabung sesuai dengan aturan tertentu maka masingmasing atom atau molekul akan memiliki “energi gabungan“ dibandingkan atom hidrogen. Energi gabungan tersebut dinamakan valensi.

Tabel 1. Berat Atom dan Molekul

^ Nama Unsur/Bahan  ^ Simbol  ^ Berat Atom  ^ Berat Molekul  ^
| 1. Karbon (Carbon)   |  C      |  12         |  -             |
| 2. Hidrogen          |  H2     |  1          |  2             |
| 3. Oksigen           |  O2     |  16         |  32            |
| 4. Nitrogen          |  N2     |  14         |  28            |
| 5. Belerang          |  S      |  32         |  -             |
|                                                         ||||
| Gabungan                                                ||||
| 1. Karbon dioksida   |  CO2    |  -          |  12+32 = 44    |
| 2. Air               |  H2O    |  -          |  2+16 = 18     |
| 3. Karbon monoksida  |  CO     |  -          |  12+16 = 28    |