====== SISTEM AIR KONDENSAT ======

----

===== 1. Bagian – Bagian dari Sistem Air Kondensat =====
==== 1.1. Hotwell Kondensor =====


Uap bekas (exhaust steam) dari [[turbin]] dikondensasikan di [[condenser|kondensor]] dengan cara mengalirkan air pendingin untuk menyerap panas laten uap dan air kondensatnya ditampung didalam [[Hotwell]]. Karena [[Condenser]] hampa udara (Vacuum) maka ini memungkinkan [[air penambah]] ([[make up]]) dan drain-drain dapat mengalir dengan sendirinya ke Hotwell. 

[[Hotwell]] menjadi tempat persediaan air dalam sistem pengaturan aliran dan sekaligus memberi tekanan pada sisi hisap [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]].

Umumnya level [[hotwell]] agar tetap pada level normal (set point) di kontrol oleh [[Make-up]] **Normal Level Control Valve** dengan memasukkan [[air penambah]] dari tangki air penambah / [[Reserve Feed Water Tank]].  Kapasitas normal air penambah biasanya sekitar 3 % dari aliran air pada beban penuh (100 % [[MCR]]).
Bila level hotwell turun sangat rendah (sangat dibawah set point), maka **Make-up Emergency Control Valve** yang kapasitasnya 25% [[MCR]] dapat dioperasikan untuk mengatasi kekurangan dalam sistem ini. 

Jika Level [[hotwell]] naik melebihi set point / batas normal, maka katup kontrol level (LCV) dari air penambah akan menutup. Bila level hotwell naik sangat tinggi, maka kelebihan air di Hotwell dibuang kembali ke tangki make up dengan membuka katup kontrol level (yang terpasang di sisi discharge pompa kondensat.

==== 1.2. Pompa Kondensat ====

Fungsi utama dari [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]] (Condensate Extraction Pump) adalah untuk memindahkan air kondensat dari [[Hotwell]] melalui berbagai pendingin dan pemanas air pengisi tekanan rendah ke [[Deaerator]].

Pada umumnya setiap unit pembangkit menyediakan 2 buah [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]] dengan kapasitas masing-masing 100%.  Satu pompa beroperasi dan yang lain stand by, kecuali dalam kondisi emergency, misalnya drain pump dari Low Pressure (LP) heater tidak berfungsi sehingga air drainnya tidak dapat ke [[condenser|kondensor]].  Bila aliran air kondensat yang dibutuhkan melebihi kemampuan [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]] yang beroperasi, maka pompa kondensat yang stand by dapat dijalankan untuk mengatasi kekurangan tersebut. 

Bila [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]] yang sedang beroperasi mengalami trip, maka pompa kondensat yang stand by akan otomatis beroperasi.  Bila level air di [[hotwell]] rendah sekali, [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]] akan otomatis trip untuk menghindari pompa bekerja dengan tekanan isap yang lebih rendah dari persyaratan tekanan minimumnya. 

Selain masuk dalam sistem air kondensat, air dari pompa kondensat juga memasok ke beberapa peralatan, antara lain:
  * Sampling air
  * [[Gland seal]] (perapat) pompa [[BFP]]
  * Sistem injeksi bahan kimia (chemical dosing)
  * LP gland steam de superheater
  * [[LP bypass spray water]]
  * [[Condenser curtain spray water]]
  * [[LP exhaust hood spray]]

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb1_pompa_kondensat.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 1. Pompa Kondensat ** </WRAP>

==== Prinsip kerja dan bagian – bagian pompa ====
Gambar 1 menunjukkan penampang melintang dari [[sistem_air_kondensat|pompa kondensat]] satu tingkat dan bekerja berdasarkan gaya sentrifugal. Pompa terdiri dari rumah pompa dan impeller. Impeller dipasang dalam bantalan dan diputar pada kecepatan tinggi oleh motor listrik. Suatu penekan perapat (gland) dipasang untuk mengurangi kebocoran air sepanjang poros tersebut, mengalir melewati casing hingga kopling motor. Apabila impeller berputar, air terlempar keluar karena gaya centrifugal, menyebabkan lebih banyak air ditarik ke dalam lubang dari impeller. Sudu – sudu impeller relatif melengkung kebelakang terhadap arah putaran, untuk memperbaiki kehalusan aliran air dan efisiensi pompa. 

Air yang mengalir meninggalkan impeller, sebagian besar memiliki energi kinetik dan harus dirubah menjadi energi tekan. Hal ini dilakukan dengan melewatkan air tersebut melalui “nozzle divergen“ (kecil membesar), atau lebih dikenal dengan “diffuser“. Gambar 1 memperlihatkan bagaimana rumah pompa ukurannya membesar secara bertahap langsung ke cabang keluaran pompa. Bentuk ini dikenal sebagai volute dan mempengaruhi lengkung  “diffuser“. Pada beberapa pompa, pipa discharge  juga dibuat berbentuk diffuser untuk memperbaiki efisiensi.  Ternyata pada pompa jenis ini, untuk mengoperasikan secara efisien harus dijalankan pada arah yang benar, tetapi pompa hanya akan menghasilkan sampai 60% dari tekanan keluaran normalnya, tergantung pada alir.

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb2_penampang_melintang_pompa_kondensat.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb.2 Penampang Melintang Pompa Kondesat ** </WRAP>

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb3_impeller_dengan_pemasukan_tunggal.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb.3 Impeller dengan pemasukan tunggal ** </WRAP>

Gambar 2 dan 3 memperlihatkan impeller dengan pemasukkan tunggal, hal ini akan menimbulkan gaya axial ke arah sisi masuk (inlet) pompa. Gaya axial ini harus diredam oleh bantalan axial (thrust bearing) yang biasanya diletakkan pada ujung diluar motor penggerak.

Gambar 4 menunjukkan impeller dengan dua masukkan dimana gaya axial seimbang dengan sendirinya. Impeller dan diffuser bersama – sama dikenal sebagai “stage“ (tingkat) dan dalam rangka untuk mencapai / mendapatkan tekanan keluaran yang tinggi, pompa harus mempunyai lebih dari satu tingkat. Impeller terpasang pada poros tunggal dan gambar 5 memperlihatkan dua susunan yang berbeda.

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb4_impeller_dengan_dua_masukan.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 4. Impeller dengan dua masukan  ** </WRAP>

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb5_impeller_dua_masukan_dengan_poros_tunggal.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 5. Impeller dua masukan dengan poros tunggal ** </WRAP>

Gambar 6 menggambarkan sistem air kondensat dan air pengisi untuk turbin 400 MW dimana pemanas tekanan rendah adalah dari jenis permukaan. Untuk mengurangi tekanan pada saat pendingin alat bantu beroperasi, sistem air kondensat dibagi 2 bagian. Air dari tingkat pertama pompa kondensat dialirkan melalui pendingin alat bantu dan dikembalikan ke pompa kondensat. 

Air kini mengalir melalui tingkat ke 2 pompa dimana tekanannya dinaikkan dan dialirkan melewati pemanas air pengisi tekanan rendah ke deaerator. Rumah pompa biasanya terbuat dari besi tuang kelabu (grey cast iron) dan impeller terbuat dari phospor bronze tuang. Bantalan adalah dari besi putih dan jenis ring oiled (ring yang diminyaki), tetapi bantalan bagian dalam biasanya dilumasi dengan air.

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb6_sistem_air_kondensat_dan_air_pengisi_turbin_400_mw.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 6. Sistem air kondensat dan air pengisi turbin ** </WRAP>

Karena kondensor dalam keadaan vakum, maka bagian dari pompa kondensat juga akan menjadi vakum, tergantung dari pada apakah pompa beroperasi atau standby. Oleh karena pompa dan katup gland  kemungkinan merupakan sumber masukkan udara, maka harus dilengkapi dengan susunan air perapat. 

Air perapat diambil dari pipa keluaran pompa yang masuk ke manifold, dimana air tersebut diambil untuk masing – masing katup atau gland pump. Air yang meninggalkan kondensor berada pada atau sedikit dibawah temperatur jenuh, maka untuk mengurangi kavitasi pompa diletakkan dibawah permukaan air hotwell kondensor.

==== 1.3. Ejektor Uap ====
Ejektor berfungsi untuk menyedot udara dan gas yang tidak terkondensi didalam kondensor. Ejektor menggunakan uap sebagai media kerjanya. Uap dan udara/gas dari ejektor didinginkan didalam kondensor ejektor (ejector cooler) dengan menggunakan air kondensat dari hotwell. Gas-gas yang tidak terkondensasi dibuang ke atmosfir, sedangkan air kondensatnya dialirkan ke kondensor utama. Ejektor uap biasanya terdiri dari dua unit, satu unit beroperasi dan yang lain stand by. 

==== 1.4. Gland Steam Condenser (GSC) atau Kondensor Uap Perapat ====
GSC merupakan peralatan penukar kalor sebagaimana kondensor utama. GSC berfungsi untuk mendinginkan uap dari sistem perapat poros turbin. Uap tersebut didinginkan dengan menggunakan air dari sistem air kondensat sehingga temperatur air kondensat naik sedang uapnya terkondensasi. Air kondensasi tersebut kemudian dialirkan ke kondensor utama, sedangkan gas-gas yang tidak terkondensasi dibuang ke atmosfir dengan exhaust fan.

==== 1.5. Pemanas Air Tekanan Rendah (Low Pressure Feed Heater) ====
Sesudah air meninggalkan pendingin alat bantu, air pengisi melewati deretan pemanas dimana temperaturnya dinaikkan dengan uap  pengambilan (bled steam) dari turbin. Perbedaan temperatur antara air keluar dengan air masuk (inlet) heater tidak boleh melebihi 83 0C. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kelelahan bahan.  Bagian pertama sistem air pengisi meliputi hotwell sampai ke deaerator dan dikenal sebagai sistem pemanas air pengisi tekanan rendah. Deaerator dianggap bagian terpisah walaupun pada kenyataannya termasuk bagian dari sistem pemanas air pengisi tekanan rendah. Pemanas air pengisi tekanan rendah dapat dibedakan menjadi 2 (dua  jenis yaitu: jenis permukaan atau tube (surface or tube type) dan jenis kontak langsung (direct contact type).

=== a. Pemanas tipe permukaan (surface) ===
Pemanas air pengisi tekanan rendah jenis permukaan satu aliran, terlihat pada gambar 7. Water box (kotak air) terbagi dua bagian yaitu bagian masuk dan bagian keluar. Air mengalir dari sisi masuk water box melalui pipa – pipa berbentuk U ke sisi luar water box dan selanjutnya ke pemanas berkutnya.

Gambar 9 memperlihatkan pemanas dua aliran (two pass heater) dimana water box mempunyai 3 (tiga) bagian, sisi masuk, sisi keluar dan intermediate (sisi antara). Kumpulan pipa – pipa dibagi dalam dua arah aliran terpisah yang dihubungkan bersama secara seri oleh water box sisi antara.

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb7_pemanas_air_pengisi_tekanan_rendah_jenis_permukaan_satu_aliran.png?200 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 7. Pemanas air pengisi tekanan rendah jenis permukaan satu aliran ** </WRAP>

Didalam dua hal tersebut, uap pengambilan dari turbin memasuki pemanas dekat sisi atas badan pemanas, plat penyangga pipa juga berlaku sebagai pemisah  (baffles), dengan demikian mengarahkan rute uap melalui pemanas secara berliku – liku (zig–zag).  Begitu uap mengembun akan jatuh ke dasar badan pemanas dan meninggalkan pemanas melalui pipa drain (pembuang). Air kondensat (drain) yang meninggalkan pemanas masih mengandung sejumlah panas, beberapa diantaranya dapat dimanfaatkan kembali dengan cara sistem kaskade drain.  

Drain dari pemanas ke pemanas, turun melewati deretan pemanas air pengisi, biasanya melalui flashboxes, sebelum akhirnya melalui pendingin drain dan masuk ke [[condenser|kondensor]] utama, dimana sisa panas yang terkandung dibuang ke sistem air pendingin.  Tinggi permukaan air dipertahankan pada dasar badan pemanas untuk menghindari uap turun melewati sistem kaskade drain, yang dapat mengganggu operasi deretan pemanas dan efisiensi.  Permukaan air yang terlampau tinggi akan mengurangi luas pipa yang tersedia untuk uap pemanas air pengisi dan secara ekstrim ini dapat menyebabkan air mengalir kembali sepanjang pipa uap pengambilan dan masuk ke turbin. 

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb8_flash_box.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 8. Flash box ** </WRAP>

Tinggi permukaan air sisi uap ini dipertahankan oleh plat orifice yang terpasang pada pipa drain, tetapi dalam beberapa pemasangan harus dilengkapi dengan katup yang dioperasikan secara manual pada saluran drain atau diatur (throttling) dalam katup sisi masuk uap pengambilan. Ketika unit tidak beroperasi maka badan pemanas terisi oleh udara, dan udara dapat masuk ke dalam sistem pada waktu unit berbeban melalui kebocoran, apabila pemanas tersebut beroperasi pada keadaan vakum. 

Uap pengambilan dari turbin mengandung sejumlah kecil gas yang tidak dapat terkondensasi. Begitu uap mengembun dalam pemanas, udara dan gas akan terkumpul pada permukaan pipa membentuk “boundary layer” (lapisan batas). Gas merupakan pemindah panas yang buruk, apabila dibiarkan tetap di dalam pemanas akan menurunkan laju pemindah panas. Hal ini dikenal sebagai “air blanketing“ (selimut udara). Untuk menghindari hal tersebut, maka pada tiap – tiap pemanas dipasang satu atau lebih vents, dan diletakkan sedemikian rupa sehingga uap yang masuk menyapu gas dari permukaan pipa ke arah vent seperti terlihat pada gambar 7. 

Vent menuju kondensor utama dimana gas yang terkandung dikeluarkan oleh unit pembuang udara. Sayangnya sebagian kecil uap juga ikut mengalir bersama – sama gas melalui vent sehingga mengurangi efisiensi keseluruhan. Oleh karena itu timbul pertanyaan untuk membuat seimbang antara rugi uap (panas) melalui vent terhadap pengaruh unjuk kerja pemanas.  Seluruh vents dibuka pada saat start up untuk purging (membuang) udara dari sistem. Kemudian vent dapat ditutup bila pemanas yang beroperasi lebih besar dari tekanan atmosfir, vents ini akan dibuka kembali sebentar pada selang waktu yang tetap untuk mengeluarkan gas – gas yang terkumpul. 

Pemanas tekanan rendah jenis permukaan, biasanya tidak dilengkapi dengan pengaman automatic. Permukaan air sisi uap yang tinggi disebabkan oleh kegagalan pipa atau gangguan pada sistem kaskade drain, dideteksi oleh switch yang dioperasikan pelampung. Ini akan menimbulkan alarm, yang selanjutnya tergantung dari pada tindakan operator untuk memperbaiki gangguan atau melakukan bypass pemanas tersebut dan mematikannya. Badan pemanas dan water box keduanya dilengkapi dengan katup pengaman untuk menghindari tekanan lebih dari sisi uap dan air. 

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb9_pemanas_dua_aliran_two_pass_heater.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 9. Pemanas dua airan two pass heater ** </WRAP>

Tekanan lebih pada sisi uap dapat disebabkan oleh sistem kaskade drain pemanas, oleh hilangnya aliran air pengisi pada pemanas atau gangguan pada sistem drainnya sendiri. Tekanan lebih sisi air dapat disebabkan oleh masuknya uap ke pemanas dimana sisi air pada mulanya penuh, sedang katup air pengisi masuk dan keluar tertutup air dicegah dari pemuaian karena temperaturnya naik sehingga terjadi penaikkan tekanan secara cepat.


=== b. Pemanas tipe kontak langsung (direct contact) ===
Pemanas jenis ini terdiri dari bejana silindrik bertekanan yang vertikal atau horizontal dimana air kondensat dan uap dibawa ke dalam kontak langsung. Dalam rangka untuk mendapatkan campuran air dan uap yang baik air disemprotkan ke dalam bejana atau dicurahkan ke bawah melalui deretan baki (trays) yang berlubang – lubang atau kombinasi dari keduanya.  Gambar 10 memperlihatkan jenis pemanas kontak langsung.  Tiap – tiap pemanas dilengkapi dengan vent untuk mengeluarkan udara atau gas yang tidak terkondensasi ke dalam kondensor utama.  Pada beberapa perencanaan campuran gas dan uap meninggalkan pemanas dilewati melalui vent condensor. 

Kondensor ini adalah penukar panas jenis permukaan dimana air kondensat dilewatkan sebelum memasuki bejana pemanas, dengan demikian mengembalikan panas dari uap sebelum dimasukkan kembali ke dalam pemanas seperti ditunjukkan pada gambar 8. Air meninggalkan tiap – tiap pemanas pada temperatur jenuh sesuai dengan tekanan uap pada bejana, yang mana naik dari satu pemanas ke pemanas berikutnya. Kenaikan tekanan ini harus ditanggulangi agar air dapat mengalir ke dalam sistem. Tiap – tiap pemanas dapat mempunyai pompa kondensat sendiri tetapi ini tidak menguntungkan, dengan demikian maka pemanas diatur dalam bentuk kaskade (bertingkat) sedemikian sehingga perbedaan tinggi cukup untuk menimbulkan perbedaan tekanan.  

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb10_jenis_pemanas_kontak_langsung.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 10. Jenis pemanas kontak langsung ** </WRAP>

Pipa – pipa air pengisi antara pemanas dirangkai membentuk lingkaran tertutup. Hal ini menimbulkan perapat air dan mencegah uap mengalir kembali ke dalam sistem kaskade pemanas. Biasanya terdapat satu atau dua kaskade dengan dua atau tiga pemanas yang masing – masing tergantung pada perencanaan sistem. Tiap – tiap kaskade mempunyai pompa kondensat untuk memindahkan air ke bagian sistem selanjutnya. Dengan pemanas jenis ini, terdapat bahaya yang sangat nyata yakni masuknya air melalui saluran uap pengambilan (ekstraksi) dan masuk turbin. 

Oleh sebab itu tiap – tiap pemanas dilengkapi dengan alarm level air tinggi, dan trip begitu level air naik. Dan tindakan pertama adalah akan menjalankan secara otomatis pompa kondensat yang stand by (apabila dilengkapi). Apabila ini gagal untuk mencegah kenaikan permukaan air, maka level switch selanjutnya mematikan (trip) deretan pemanas, katup air masuk kaskade dan semua katup isolasi uap pengembalian pada pemanas tertutup. Trip tersebut mungkin juga menyebabkan tripnya pompa kondensat. Sistem alarm dan trip biasanya dibuat keduanya untuk memungkinkan dilakukan pengujian pada waktu beroperasi.

Keuntungan dan kerugian pemanas air tipe kontak langsung (direct contact feed heater)
 === a. Keuntungan : ===
  *Konstruksi lebih sederhana dan ongkos / biaya pabrikasi lebih rendah
  *Efisiensi thermal lebih besar dan Temperatur Titik Didih (TTD) nya nol
  *Mengurangi perlarutan terhadap logam, misalnya tembaga
  *Pembuangan udara pada tiap tingkat
  *Pompa kondensat lebih kecil
  *Tidak perlu sistem drain pada pemanas

=== b. Kerugian : ===
  *Kemungkinan masuknya air ke dalam turbin lebih besar
  *Diperlukan tambahan pompa kondensat
  *Kemungkinan oksigen masuk ke air kondensat ketika start dan vakum.

==== 1.5. Pengaman (Proteksi) ====
Tekanan berlebihan pada pemanas diproteksi dengan katup pengaman yang dipasang pada sisi uap dan sisi air. Biasanya pemanas tekanan rendah tipe permukaan tidak dilengkapi dengan sistem bypass otomatis ketika level kondensat tinggi. Bila kondisi ini terjadi, baik karena masalah pipa bocor atau operasional, switch pelampung menggerakkan alarm (tanda bahaya) dan kemudian memerlukan operator untuk melakukan bypass (menyimpangkan) atau mengisolasi pemanas tersebut. Pada sebagian unit level switch kondensat tinggi akan menutup katup sisi masuk uap pengambilan (bled steam).

==== 1.6. Deaerator ====
Setelah temperatur air pengisi dinaikkan di dalam pemanas air pengisi tekanan rendah, kemudian dilewatkan ke deaerator. Rancangan yang modern ditunjukkan dalam gambar 11 dan terdiri dari bejana penyimpan mendatar yang besar dan diatasnya dipasang satu atau lebih unit – unit pembuang udara (deaerator), ini serupa dengan pemanas kontak langsung.

Fungsi deaerator ialah mengurangi, menurunkan kadar gas – gas terlarut dalam air pengisi yang dapat menyebabkan korosi di dalam rangkaian – rangkaian ketel uap. Gas utama yang dihilangkan ialah oksigen yang konsentrasinya harus dijaga dibawah 5 ppb  (part per bilion) pada ketel tekanan tinggi. Gas – gas dihilangkan dari air pengisi dengan 2 cara yakni mendidihkan dan penghamburan (diffusion).  

Sebelum air pengisi memasuki bagian pembuang udara, air tersebut lewat melalui vent kondensor tipe permukaan. Sebagian rancangan ada juga yang digabung dengan pemanas awal (reheater), yaitu penukar panas jenis permukaan yang dapat dipasok dengan uap dari sumber pembantu (auxiliary steam). Keuntungan utama sistem ini adalah pada saat start up ketika uap pengembalian tidak tersedia dari turbin. Sebagaimana air pengisi masuk ke deaerator, air tersebut diuraikan menjadi bentuk  titik – titik halus, biasanya dengan melewatkan melalui spray – spray untuk memastikan campuran yang baik dengan uap yang dipasok dari turbin.

Air pengisi dengan cepat dibawa ke temperatur jenuhnya dan sebagian besar gas dilepas pada saat mendidih. Kemudian air jatuh kebawah melalui deretan baki – baki berlubang. Ini mempertahankan air dalam bentuk titik – titik halus dan membiarkan waktu untuk konsentrasi gas – gas tetap berada di dalam air menjadi terus berkurang dengan penghamburan (diffusion).

Uap masuk ke deaerator sedemikian hingga mengalir ke dalam bagian – bagian deaerasi dari bawah. Begitu uap melintas melalui kaskade air, uap tersebut menyapu gas–gas yang dilepas dari air langsung ke arah vent yang ditempatkan disisi atas bagian pembuang udara. 

Jadi konsentrasi gas–gas di dalam air berkurang dan konsentrasi gas – gas di dalam uap naik, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 11. Campuran gas/uap yang dibuang melalui vent, sekarang dilewatkan melalui vent condensor dimana sebagian panas diserap dan kemudian dibuang ke atmosfer atau disalurkan ke bawah ke kondensor utama untuk pembuangan gas terakhir dari sistem melalui unit pompa udara atau ejektor. Efisiensi pengoperasian deaerator diperbaiki dengan menjaga tekanan rumahnya (shell) diatas tekanan atmosfer, sehingga mencegah masuknya udara melalui kebocoran – kebocoran. 

Pada beban rendah titik uap pengambilan untuk deaerator akan berada dalam keadaan vakum sehingga sumber pemasok uap alternatif diambil dari tempat yang lebih jauh pada ujung sisi masuk turbin. Harus diingat bahwa pasokan uap pengambilan pada beban rendah dari auxiliary steam harus ditutup ketika beban dinaikkan untuk menghindari tekanan berlebih pada deaerator yang dapat menyebabkan katup pengaman bekerja (membuka). 

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb11_deaerator_unit_1-4_gambar_diganti_.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 11. Dearator unit 1-4 ** </WRAP>

{{ :unit_1-4:sistem_air_kondensat:gb12_konsentrasi_gas_dalam_uap_dan_air.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gb 12. Konsentrasi gas dalam uap dan air ** </WRAP>


----

===== 2. PENUTUP =====

Dengan selesainya peserta percepatan kompetensi mengikuti training atau pelatihan diharapkan menjadi karyawan yang terlatih dan terampil. Sehingga kehandalan unit terjaga, produksi naik dan citra perusahaan terangkat dan tidak kalah penting. Kepuasan Pelanggan terpenuhi bahkan lebih dari apa yang diharapkan. Semoga progam ini bisa berlanjut untuk mencetak pegawai-pegawai yang tetap konsisten dengan budaya perusahaan.


----

//** Sumber: ** //\\
//** MAWARDI B.S - Condensate System - 2016 ** //