====== CIRCULATING WATER PUMP ======

----

===== I. PENDAHULUAN =====

Pada satu sistem unit pembangkit termal khususnya untuk [[suralaya:pltu|PLTU]] diperlukan Sistem Pendingin Utama. Fungsi utama dari sistem air pendingin utama adalah menyediakan dan memasok air pendingin yang diperlukan untuk mengkondensasikan uap bekas dan drain uap di dalam kondensor.  Fungsi lainnya adalah memasok air untuk mendinginkan “Heat Exchanger” pada sistem air pendingin bantu (auxiliary cooling water) yang merupakan siklus pendingin tertutup.

Circulating Water Pump (CWP) adalah salah satu peralatan dari pendingin utama. Dalam prosesnya air sistem pendingin utama merupakan media pendingin untuk menyerap panas laten uap bekas dari turbin yang mengalir kedalam kondensor. Tanpa pasokan air pendingin turbin  tidak dapat dioperasikan. Sedangkan aliran air pendingin utama disupply oleh CWP dan apabila supply tersebut kurang dapat menyebabkan vakum kondensor menjadi rendah dan dapat mengakibatkan unit trip. 

Sistem air pendingin harus dirancang mampu memenuhi kebutuhan operasi unit pembangkit secara konitinyu, ekonomis dan handal. Rancangan sistem air pendingin harus meliputi: 

    * Menjamin tersedianya air untuk keperluan operasi [[suralaya:pltu|PLTU]] pada setiap  waktu
    * Jumlah aliran airnya cukup untuk menghasilkan efisiensi [[suralaya:pltu|PLTU]] yang optimal pada semua kondisi beban temperatur.
    * Penyediaan air yang stabil pada semua kondisi tanpa perlu pengaturan
    * Pemeliharaannya murah dan mudah dilakukan 
    * Biaya investasi dan operasinya rendah. 

Jumlah dan temperatur air pendingin yang tersedia akan menentukan vakum kondensor maksimum yang dapat dicapai. Oleh karena itu banyak PLTU atau PLTGU yang dibangun di tepi pantai (laut) berhubungan dengan tersedianya sumber air yang tak terbatas. 

Aliran uap bekas (exhaust steam) turbin yang masuk kondensor harus terdistribusikan sedemikian rupa sehingga perpindahan panas laten uap ke air pendingin berlangsung dengan optimal. Kondensor hanya perlu untuk mengkondensasikan uap saja. 

==== 1.1. Jenis Sistem Air Pendingin ====

Berdasarkan siklusnya, terdapat 2 macam sistem air pendingin utama yang lazim diterapkan di [[suralaya:pltu|PLTU]] yaitu 

  * Sistem siklus terbuka (once through)
  * Sistem siklus tertutup (recirculation – cooling tower).

Pada umumnya sistem air pendingin utama terdiri dari komponen:
  * Intake (untuk sistem air pendingin siklus terbuka)
  * Saringan (screen) 
  * Pompa (circulating water pump – CWP) 
  * Katup dan Pemipaan (piping) 
  * Menara pendingin (cooling tower) 

Untuk sistem air pendingin siklus terbuka tidak dilengkapi dengan menara pendingin (cooling tower), sebaliknya pada sistem siklus tertutup (resirkulsi) tidak dibutuhkan intake yang dipasangi saringan-saringan, cukup dengan satu saringan sederhana.

    
 {{ :unit_1-4:cwp:sistem_air_pendingin_terbuka_dan_tertutup.png?500 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 1. Sistem air pendingin terbuka dan tertutup ** </WRAP>

==== 1.2. Lintasan Air Pendingin ====

Ditinjau dari aliran air pendingin melintas kondensor, terdapat tiga macam aliran air pendingin, yaitu : 
  - Single Pass (Lintasan Tunggal)
  - Double Pass (Lintasan Ganda) 
  - Counter Flow (Lintasan Berlawanan) 

Lintasan tunggal kadang disebut once through, adalah lintasan air didalam kondensor yang hanya sekali lewat saja. Lintasan cara ini membutuhkan volume air yang besar. Cara ini biasanya diterapkan pada kondensor dengan kapasitas relatif kecil. 

Lintasan ganda atau lintasan berlawanan adalah apabila separo air melintas kekanan, maka separoh lainnya melintas ke arah kiri. Cara ini banyak diterapkan pada unit dengan kapasitas besar.  

{{ :unit_1-4:cwp:diagram_variasi_lintasan_air_pendingin_didalam_kondensor.png?500 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 1. Diagram variasi lintasan air pendingin didalam kondensor ** </WRAP>

===== II. PENDINGIN UTAMA =====

Pada umumnya sistem air pendingin utama terdiri dari komponen : 
  * Intake (untuk sistem air pendingin siklus terbuka)
  * Saringan Kasar (Bar screen)
  * Saringan Halus Yang berputar (Travelling Screen)
  * Pompa (circulating water pump/CWP) 
  * Katup dan Pemipaan (piping) 
  * Kondensor
  * Vacuum Priming Pump

{{ :unit_1-4:cwp:diagram_tata_letak_cwp.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 3. Diagram Tata Letak CWP ** </WRAP>
\\
{{ :unit_1-4:cwp:sistem_air_pendingin_utama_siklus_terbuka.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 4. Sistem Air Pendingin Utama Siklus Terbuka ** </WRAP>

Pada materi ini tidak dibahas secara keseluruhan peralatan pendingin utama siklus terbuka, tetapi dibatasi dari sisi intake sampai Circulating Water Pump saja.


==== 2.1. Intake ====	

Intake berfungsi untuk menyediakan saluran air masuk pompa agar aliran air yang akan dipompa terdistribusi dalam jumlah yang cukup dan pompa dapat bekerja dengan memadai. Struktur intake harus dirancang untuk mendukung pemasangan pompa dan saringan. Disamping itu rancangan struktur intake harus sesuai dengan standar lingkungan sehingga kecepatan masuk cukup rendah untuk meminimalkan terhisapnya ikan dan sampah. 

Pada sistem siklus terbuka selalu dilengkapi dengan saringan dan trash rack (penampung sampah). Mekanisme pembersihan harus disediakan pada trash rack untuk membuang sampah. Saringan harus dilengkapi dengan sistem pembersih dengan air (spray water) dan pembuang ikan. 
 
{{ :unit_1-4:cwp:water_intake.png?500 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 5: Water Intake ** </WRAP>

==== 2.2. Saringan (Screen) ====

Saringan diperlukan didalam sistem siklus terbuka untuk mencegah sampah dan biota laut memasuki intake dan pompa. Trash rack dipasang disisi masuk saringan untuk mengumpulkan sampah ukuran besar.  Saringan pada intake terdiri dari 3 macam yang dipasang secara berderet mengikuti aliran air masuk. Saringan paling depan (pertama) berupa saringan apung, berikutnya saringan kasar dan terakhir saringan putar   

=== 2.2.1. Saringan Pantai (Coarse / Floating screen) ===

Fungsinya adalah untuk mencegah terbawanya sampah-sampah dan benda-benda yang mengapung diatas permukaan air terutama yang berukuran besar. Fungsi lainnnya adalah untuk menghambat aliran air dibagian permukaan yang relatif lebih hangat dan membiarkan air yang lebih dingin dari daerah yang lebih dalam untuk mengalir. 

Saringan ini berupa pelampung yang diikat dengan dihubungkan dengan pelampung lain sehingga membentuk setengah lingkaran dipasang beberapa meter didepan saluran masuk air pendingin didepan saringan kasar (bar screen). 

=== 2.2.2. Saringan Kasar (Bar screen) ===
	
Saringan kasar berfungsi untuk menangkap benda-benda berukuran sedang yang terbawa air pendingin. Saringan ini terbuat dari batang logam pipih yang dirangkai sehingga membentuk semacam teralis. Saringan ini dipasang pada mulut saluran masuk air pendingin sebelum saringan putar. 

Pada daerah yang kualitas airnya buruk (banyak sampah), didepan  saringan kasar dipasangi saringan berupa jaring yang biasa disebut net untuk menyaring sampah yang elastis seperti plastik dan sebagainya.  

{{ :unit_1-4:cwp:skema_pembersih_saringan_trash_rack_.png?400 |}}
{{ :unit_1-4:cwp:pembersih_saringan_trash_rack_.png?400 |}}


=== Trash Car ===
Trash Car ( mobil penggeruk sampah) mempunyai 3 macam operasi :
  - Manual operasi
  - Timer auto run
  - Cycle start dengan menggunakan tombol  push button

=== Operasi menggunakan timer auto run trash car ===
  - “Manual-Auto” tukar / switch dari operasi manual ke “auto”. Tekan “cycle start” push botton switch, alarm akan berbunyi.
  - Trash Car akan beroperasi di tempat atau jalur jalurnya, dan Trash Car akan berpindah ketempat yang perlu dibersihakan lagi. Dengan cara trash car akan beroperasi  dan akan meraih/ menjangkau apa yang ada dibawah (bar screen) untuk dibersihkan.
  - Trush Car akan kembali dan berhenti di jalur awal/ mulanya, dan selanjutnya konveyor akan kembali ke tempat awal semula. Dan sampah atau puing puing akan dikeluarkan kedalam kotak sampah.
  - “Manual-auto” ganti switch operasi dari manual ke auto.ketika interval dari waktu kembali “0” menit trash car akan beroperasi secara otomatis dan berpindah sesuai dengan cycle start push botton operasi


=== Trash Car (Alarm dan Batasan) ===
  - Ketika motor dari trash car kelebihan beban, maka lampu indikator akan menyala dan menyebabkan semua motor berhenti
  - Ketika hoist / kren / buka tutup kelebihan torsi , maka lampu indikator akan menyala dan hoist / kren motor akan berhenti
  - Ketika kabel / kawat dari hoist / kren menjadi kendur maka lampu indicator akan menyala dan menyebabkan hoist / kren motor menjadi berhenti / stop

=== Indikasi Hardwired ===
  - Tekanan dari pompa saringa putar pada pipa utama
  - Tekanan inlet dari saringan putar
  - Kontrol dari tekanan air 
  - Perbedaan tekanan dari saringan
  - Perbedaan level air dari saringan putar

=== Peralatan Instrument ===
  - swicht tekanan dan alat ukur tekanan pada saringan putar dan inlet air dari pompa saringan putar dan pipa utama pompa saringan putar
  - perbedaan tekanan pada saringan
  - alaram untuk saringan putar dan perbedaan level air


==== 2.2.3. Saringan Putar (Traveling screen) ====
	
Berfungsi untuk menyaring semua benda sampai yang berukuran relatif kecil. Dipasang vertikal pada sisi masuk kanal pompa air pendingin utama (CWP) dimana sebagian besar segmen saringan berada dibawah permukaan air. Sedang sebagian lagi diatas permukaan air seperti terlihat pada gambar 17. Saringan ini akan menyaring kotoran yang lebih kecil yang lolos dari saringan kasar. 	
	
Konstruksi saringan adalah berupa kawat baja berbentuk segmen-segmen persegi panjang yang dikaitkan pada rantai-rantai dikedua sisinya. Rantai-rantai tersebut kemudian dikalungkan melingkari roda-roda gigi yang ditempatkan diantara 2 poros. Salah satu poros dihubungkan ke penggerak berupa motor listrik. Dalam keadaan terpasang, rangkaian segmen-segmen kasa baja tersebut akan membentuk suatu pita raksasa / layar (screen) dan bila motor diputar, maka layar ini akan bergerak mengelilingi roda gigi. 

Sampah-sampah dalam air pendingin akan tersangkut pada saringan dan karena saringan bergerak, maka sampah-sampah yang menempel juga akan terbawa keatas permukaan. Untuk membersihkan saringan pada bagian saringan yang berada diatas permukaan air dipasang nosel-nosel penyemprot (sprayer) yang menggunakan media air bertekanan. Manakala sampah-sampah yang tersangkut mencapai posisi nosel, maka semprotan air dari nosel akan merontokkan sampah-sampah tersebut dan jatuh ke saluran khusus untuk menampung sampah-sampah tersebut. 

{{ :unit_1-4:cwp:konstruksi_saringan_putar_traveling_screen_.png?500 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 7: Konstruksi Saringan Putar (Traveling Screen) ** </WRAP>

Saringan putar dapat berupa tipe single flow atau dual flow.  Pada tipe single flow poros saringan dipasang tegak lurus terhadap aliran. Pada sisi air masuk saringan berputar kearah atas, sedang pada sisi bersih saringan berputar kearah bawah. 
Pada tipe dual flow poros saringan dipasang paralel dengan arah aliran air. Saringan berputar sebagaimana pada single flow. Aliran air dapat disusun dengan arah dari luar kedalam saringan atau dari dalam saringan keluar.

{{ :unit_1-4:cwp:saringan_putar_atau_traveling_screen_.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 8: Saringan Putar (Traveling Screen) ** </WRAP>

{{ :unit_1-4:cwp:motor_penggerak_saringan_putar.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 9: Motor Penggerak Saringan Putar (Traveling Screen) ** </WRAP>

{{ :unit_1-4:saringan_putar_dan_cwp.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 10: Saringan Putar dan CWP ** </WRAP>

=== Alarm dan Annunciator ===
  - Saringan putar dan pompa saringan putar (alarm dan batasan)
    - Ketika saringan putar dan pompa saringan putar kelebihan beban (overload), maka lampu pemberitahuan “over current” akan hidup. Dan secara otomatis saringan putar dan pompa saringan putar akan berhenti
    - Pembatas penggerak torsi dari sarigan putar \\ Ketika saringan putar over torque maka lampu pemberitahuan akan menyala dan mengakibatkan saringan putar akan berhenti
    - Ketika pompa saringan putar mempunyai tekanan di bawah 2.5 kg/cm2 . maka lampu indaktor akan menyala menandakan “tekanan  air pada pompa saringan putar rendah”
    - Saringan buntu \\ Ketika saringan buntu maka lampu indakor akan menyala
    - Perbedaan level air saringan putar melebihi 300 mm \\Ketika perbedaan level air tinggi maka lampu indicator akan menyala
    - Tekanan control air dibawah 2.5 kg/cm2 \\ Maka lampu indicator akan menyala 
    - Perbedaan level pada saringan kasar melebihi 400 mm \\ Maka lampu indaktor akan menyala 
    - Ketika signal jalan otomatis diberikan dan pompa saringan putar tidak jalan/ running maka lampu indakator “pompa saringan putar tidak jalan”
    - Ketika bnyak lampu indakator menyala pada panel, dan alarm akan memberikan sinyal ke control room dan akan membunyikan alarm pada panel tersebut.
    - Untuk mereset lampu indakator pada panel . maka tekanlah reset push button.


=== Spesipikasi Travelling Band Screen ===
{{ :unit_1-4:cwp:spesipikasi_travelling_band_screen.png?500 |}}


==== 2.2.4. Pompa Penyemprot Saringan Putar (Screen Wash Pump) ====

Merupakan pemasok air bertekanan yang dialirkan ke nosel penyemprot guna membersihkan saringan putar. Air yang digunakan adalah juga air pendingin utama. Pompa ini dapat dioperasikan secara manual ataupun otomatis. Dalam posisi otomatis, pompa akan start secara otomatis bila perbedaan tekanan (Differensial Pressure) air melintasi saringan putar tinggi. Perbedaan tekanan yang tinggi mengindikasikan bahawa saringan sudah mulai tersumbat sampah. Manakala perbedaan tekanan sudah normal kembali, maka pompa akan stop secara otomatis.

=== Cara Kerja travelling band screen dan wash pump ===
Empat unit travelling Screen dan 2 wash pump (pompa penyemprot) dikontrol oleh band screen control panel dan 4 band screen operasi manual dari lokal panel.

== Dibawah ini diperlihatkan cara kerjanya: ==
  - Pada Screen wash pump, valve butterfly dioperasikan dengan motor dan untuk waktu runing travelling band screen serta intervalnya telah dikontrol berdasarkan  timer yang telah ditentukan/di set.
  - Interval waktu ditentukan untuk berhenti 6 jam dan beroperasi selama 15 menit.
  - Mode “Manual-Auto” dirubah oleh selektor pada panel dilokal dan masing masing travelling band screen akan diposisikan Auto.
  - Mode “Manual-Auto-Stand by” dirubah oleh selektor pada panel dilokal  dan satu set dari screen wash pump akan diposisikan “Auto” dan yang lainnya “standby”
  - Jika kedua wash pump diposisikan auto pada panel lokal oleh karena kesalahan operasi, salah satu pompa akan beroperasi dan yang lainnya tetap standby, kedua pompa tidak mungkin start secara bersamaan.
  - Bila dalam suatu kasus terjadi salah satu pompa bermasalah/fault misal karena over corrent atau yang lainya, maka yang satunya lagi akan start automatis.
  - Jika terjadi lampu annunciator menyala pada layar control panel, maka alarm buzzer dalam layar akan bunyi, kemudian bisa di riset dari push button. 
  - “Auto, OFF,ON” master selector terdapat pada screen kontrol panel diposisikan “Auto”.
  - Ketika interval waktu kembali ke “0” menit, screen wash pump akan start automatis dan motor valve buterfly wash pump  juga akan mulai membuka, kemudian setelah wash pressure 2,5 kg/cm2 atau lebih, travelling band screen akan runing dengan low speed.
  - Ketika runing timer telah “0” menit, secara automatis juga travelling band screen atau stop dan motor buterfly valve wash pump akan menutup.
  - Ketika diferensial water level satu diantara empat laluan mencapai 150 mm atau lebih, screen wash pump dan motor valvenya akan beroperasi seperti runing saat “timer Auto run”.
  - Ketika diferensial water level mencapai 250 mm atau lebih, travelling band screen akan runing dengan “high speed”.
  - Ketika differensial sudah mencapai 150 mm lagi kecepatan  travelling screen akan pindah lagi ke low speed sampai waktu runing habis “0” menit, dan screen wash pump, kemudian motor valve dan travelling screen akan berhenti sesuai sequen seperti normalnya. 

{{ :unit_1-4:cwp:pompa_penyemprot_atau_wash_pump_.png?300 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 11: Pompa penyemprot (Wash Pump) ** </WRAP>

== Spesipikasi Desain: ==
{{ :unit_1-4:cwp:spesifikasi_desain_screen_wash_pump.png?500 |}}

==== 2.3. Pompa Pendingin Utama (CWP) ====

Pompa air pendingin diperlukan untuk memindahkan sejumlah besar air dengan head atau tekanan yang relatif rendah. Head yang diperlukan ditentukan oleh jenis sistem pendingin yang digunakan apakah menggunakan sistem siklus terbuka atau siklus tertutup. Pada sistem siklus terbuka dibutuhkan head sekitar 15 meter, sedang pada siklus tertutup diperlukan head sekitar 22 meter

{{ :unit_1-4:cwp:pompa_pendingin_utama.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 12: Pompa Pendingin Utama ** </WRAP>

Pompa yang digunakan pada umumnya adalah pompa sentrifugal. Jenis pompa sentrifugal yang digunakan adalah : 

  * Sentrifugal double entry 
  * Sentrifugal single entry : aliran aksial dan aliran campuran (mixed flow) 

Pemberian nama pompa tersebut sesuai dengan arah lintasan air pada impeller. Dengan semakin besarnya permintaan energi listrik, maka kapasitas PLTU juga semakin besar. Kapasitas PLTU yang besar membutuhkan kapasitas pompa pendingin yang digunakan juga semakin besar. 

{{ :unit_1-4:cwp:konstruksi_pompa_air_pendingin_cwp.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 13: Konstruksi pompa air pendingin (CWP) ** </WRAP>

Pada sisi tekan pompa dipasang penghubung fleksibel (expansion joint) untuk meredam getaran maupun tumbukan air (water hammer) mengingat pompa ini mengalirkan air dalam jumlah yang sangat besar. Pada saluran tekan pompa umumnya dipasang katup kupu-kupu (butterfly) dengan maksud agar dapat menutup dengan cepat mengingat diameter pipa saluran yang sangat besar. Katup ini umumnya digerakkan oleh motor listrik. Pembukaan dan penutupan katup ini berlangsung secara otomatis. Katup akan membuka otomatis beberapa saat setelah pompa start dan akan menutup secara otomatis pula bila pompa distop.


==== 2.4. Katup (Valves) ====

Katup dalam sistem air pendingin digunakan untuk mengontrol aliran atau mengisolasi pada unit yang stop. Katup-katup ini bekerja dengan prinsip yang sama dengan katup lain yang ada dalam unit pembangkit, tetapi ukuran fisiknya jauh lebih besar. Sebagai contoh pada unit dengan kapasitas 600 MW mempunyai katup keluar pompa CWP dengan diameter sekitar 2 meter. 

Pada dasarnya ada tiga tipe katup yang digunakan dalam sistem air pendingin, yaitu : 
  * Katup gerbang (wedge/gate valve)
  * Katup satu arah (check/non return valve) 
  * Katup kupu-kupu (butterfly valve) 


==== 2.4.1. Katup gerbang ====

Terdapat dua tipe katup gate, yaitu tipe stem naik (rising spindle) dan tipe stem diam (non rising spindle). Sebagai penekan (head) dari katup ini biasanya terbuat dari campuran bronze (kuningan) dan phospor. Katup ini lazimnya digunakan dalam sistem air pendingin bantu untuk sisi masuk dan keluar pompa serta sisi masuk dan keluar pendingin (cooler/heat exchanger). 

Salah satu kelemahan katup gerbang yaitu tidak dapat ditutup atau dibuka dengan cepat sehingga tidak dapat mencegah dengan segera bila terjadi pembalikan aliran air. 


==== 2.4.2. Katup Kupu-kupu (Butterfly) ==== 

Kelemahan lain dari katup gate adalah memerlukan ruang atau tempat yang luas, karena rumahnya besar. Mengingat saluran air pendingin sendiri sudah besar, maka penambahan ruangan menjadi tidak efisien. Oleh karena itu penggunaan katup gate pada sistem air pendingin utama kini banyak diganti dengan katup butterfly.  

Katup butterfly mempunyai konstruksi yang unik, dimana disc atau piringan katup dipasangi poros pada tengahnya sehingga disc dapat berputar 90 0 . Pembukaan atau penutupan katup dilakukan dengan memutar disc yang dipasang pada ulir (spindle). Sebagai perapat dipasang karet disekeliling dudukan katup. Katup ini ringkas dan kompak sehingga tidak memerlukan ruangan yang besar karena piringan berada didalam pipa saluran air pendingin.
 
Bila katup ini ditempatkan disisi keluar pompa, poros katup diputar dengan penggerak hidrolik atau motor. Hal ini agar dapat memberikan torsi yang lebih besar untuk menggerakkan katup dengan cepat.  

{{ :unit_1-4:cwp:konstruksi_katup_kupu_kupu.png?400 |}}
\\
{{ :unit_1-4:cwp:katup_gate_dan_butterfly.png?400 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 14: Katup gate dan butterfly ** </WRAP>


==== 2.4.3. Katup Satu Arah ====

Dalam pemipaan sistem pendingin biasanya keluaran dari dua atau lebih pompa air pendingin digabung dalam satu pengumpul (header). Pada saat semua pompa beroperasi, bila salah satu pompa gagal bekerja, maka aliran air dari pompa yang beroperasi sebagian besar akan mengalir ke pompa yang gagal dalam arah yang berlawanan.    

Hal ini mengakibatkan hanya sebagian kecil aliran air pendingin mengalir ke sistem sehingga dapat menyebabkan unit trip karena kekurangan aliran air pendingin. Selain itu pompa yang gagal bekerja juga dapat rusak karena berputar dalam arah yang terbalik. Untuk mencegah hal ini terjadi, maka pada sisi keluar pompa dipasang katup satu arah (check valve). Kedua katup tersebut dipasang berderet dengan katup gate keluar pompa. 

{{ :unit_1-4:cwp:check_valve_tipe_swing.png?300 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 15: Check valve tipe swing ** </WRAP>

==== 2.5.Power Supply ====
Untuk power motor CWP ini diambilkan dari tegangan 6 KV , breakernya berada di switchgear 6 KV. Dibawah ini power supply untuk masing-masing CWP.
  * CWP A terdapat pada Unit Board 1A
  * CWP B terdapat pada Unit Board 1B
  * CWP C dari Station Board
  * CWP D terdapat pada Unit Board 2A
  * CWP E terdapat pada Unit Board 2B
  * CWP F terdapat pada Unit Board 3A
  * CWP G terdapat pada Unit Board 3B
  * CWP H terdapat pada Unit Board 4A
  * CWP J terdapat pada Unit Board 4B

{{ :unit_1-4:cwp:single_line_diagram_power_supply_ke_cwp_a_dan_b.png?500 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 16: Single line diagram power supply ke CWP A/B ** </WRAP>

Sedangkan untuk wash pump, travelling screen dan discharge valve CWP power disupply dari MCC 380 V AC yang ada di pump house.


==== 2.6. Deskripsi Kontrol ====

  - Circulating Water Pumps
    - Setiap pompa CWP di kontrol oleh push button “start/stop” yang berada di Commond Station Desk (CSD), tombol emergency stop terletak di local board.  Status pompa ketika “start/stop” terindikasi pada lampu yang berada di CSD.
    - Pompa dapat di start setelah discharge valve tertutup dan kondisi seal water / air pendingin untuk pompa dan motor telah siap. \\ Status “open/close” valve terindikasi pada lampu yang berada di CSD. Jika level air pada kondensor return water box tidak cukup maka discharge valve pada CWP akan terbuka dalam jangka waktu yang sebentar untuk mengembalikan level air kembali normal.
    - Seal water pada CWP di suplai dari discharge pompa dalam operasi normal.
      - Pada kasus-kasus berikut, yang mana seal water untuk CWP di suplai dari sistem pendinngin bantu  diantaranya adalah :
        - Pompa start/stop
        - Tripnya pompa dengan beberapa alasan
        - Seal water yang berasal dari discharge pompa CWP berkurang karena beberapa alasan (dideteksi dengan flow switch)
      - Air pendingin yang menuju motor CWP di suplai dari sistem pendingin bantu.
    - Seandainya debit aliran seal water pada CWP lebih rendah dibandingkan kuantitas yang ditentukan, alarm pada CSD akan muncul dan back up seal water akan beroperasi.
    - Tombol reset berada di ARB yang fungsinya untuk menutup valve back up seal water jika seal water dari discharge CWP telah kembali beroperasi.
    - Seandainya debit aliran seal water pada CWP sangat kritis selama lebih dari periode yang ditentukan, alarm pada CSD akan muncul dan pompa akan berhenti.
    - Untuk melindungi motor CWP, tersedia electrical protection dan temperatur motor dideteksi pada peralatan Motor Temperature Monitoring (MTM). \\ Alat ukur ampere dapat dilihat pada CSD  untuk mengukur arus pada motor CWP. \\ \\ Setelah inisiasi dari alarm electrical protection pada CSD akan muncul dan CWP akan berhenti, pada waktu yang sama lampu menyala pada breaker 6 kV yang berada di ruangan swtichgear. \\ \\ Alarm pada CSD akan muncul ketika temperatur pada motor CWP mencapai level yang ditentukan. Ketika temperatur motor lebih tinggi dari nilai yang ditetapkan, alarm pada CSD akan muncul dan CWP trip. \\ \\ Ketika debit air pendingin pada motor CWP lebih rendah dari yang ditentukan, alarm pada CSD akan muncul. \\ \\ Untuk proses start CWP, berikut permisif yang harus terpenuhi:
      - Sistem air pendingin bantu telah beroperasi
      - Tidak dalam kondisi berproteksi.
        - START \\ CWP akan start ketika tombol “start” telah ditekan dan permisif akan terpenuhi
        - STOP \\ CWP harus di stop baik dari CSD atau Lokal Board (LB) dengan menekan tombol “stop”. Dalam kasus CWP stop karena black-out maka seal water dari sistem pendingin bantu akan berhenti dengan menekan tombol “stop” pada CSD. \\ \\ Sinyal trip dimulai dengan perlindungan berikut :
          - Debit seal water kurang dari 1.8 m3/h
          - Electrical protection untuk motor
          - Sinyal trip dari sistem pemantauan temperatur.
          - CWP discharge valve full close saat pompa beroperasi.\\
  - Alarm \\ Berikut alarm yang muncul di announciator control room:
    - CWP fault \\ Alarm ini timbul ketika salah satu kondisi dibawah ini tidak stabil.
      - Seal water untuk CWP rendah
      - Air pendingin untuk motor CWP rendah
      - Suhu motor CWP tinggi
    - CWP trip \\ Alarm ini timbul ketika salah satu kondisi tidak stabil.
      - Proteksi motor elektrik aktif
      - Suhu motor pada level trip
      - Debit seal water lebih rendah dari level trip.

{{ :unit_1-4:cwp:spesifikasi_cwp_pump.png?400 |}}

==== 2.7. Pelaksanaan Start/Stop ====

  - PERSIAPAN / PEMERIKSAAN 
    - Periksa / Buka Isol.valve inlet dan outlet solenoid valve seal water back up dari GSW system. 
    - Periksa, / Buka Isol.valve lube / seal water back up. Periksa / Buka Isol.valve lube / seal water dari sisi discharge CWP.
    - Periksa / Buka Isol valve Flow switch seal water GSW back up Periksa / Buka lsol valve Flow switch motor cooling water flow 
    - Periksa MOV. Discharge CWP full close 0%
    - Periksa Breaker 380 Volt MOV. discharge CWP di MCC posisi On dan Remote
    - Periksa Breaker 6 KV untuk CWP posisi rack in dan Remote. \\ \\
  - PELAKSANAAN START
    - Start CWP A / B / C / D / E / F/ G / H / J dengan menekan tombol Push Botton start. warna merah dari comond Desk.
    - Periksa CWP lube water flow > 3,8 m3 / jam.
    - Perhatikan MOV. Discharge buka secara auto (MOV. Open menyala merah)
    - Periksa Ampere motor menunjuk +/- 200 Ampere
    - Buka MOV. Discharge dari CSD sampai posisi 100 %
    - Periksa CWP Discharge Pressure > 0,8 kg/cm2. \\ \\
  - PELAKSANAAN STOP
    - Tutup MOV. Discharge CWP. Yang akan stop secara bertahap sampai 0 %
    - Stop CWP A / B / C / D / E / F/ G / H / J dengan menekan tombol Push Botton stop warna hijau dari CSD (Common Service Desk)
    - Periksa Ampere motor menunjuk 0 Ampere dan solenoid valve lube, water back up dari GSW posisi close.


----

//** Sumber: ** //\\
//** SUDIRMAN BI - Circulating Water Pump (CWP) - 2016 ** //
