====== CONTROL OIL TURBINE ======

===== 1. Sistem Pelumasan Turbin (Low preasure) =====

Sistem pelumasan pada turbin berfungsi cukup vital  bukan hanya terbatas untuk pelumasan kerja saja, tetapi juga untuk memindahkan panas dan memindahkan kotoran. Disamping itu pada sebagian besar turbin saat ini , Untuk turbin-turbin yang menggerakan generator berpedingin hidrogen, sistem pelumas juga merupakan pasokan cadangan (Back up oil) bagi sistem perapat poros generator (seal oil system). Mengingat peranannya  yang cukup vital, maka sistem pelumasan menerapkan sistem sirkulasi bertekanan yang dilengkapi oleh berbagai komponen seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

{{ :unit_1-4:control_oil_turbine:sistem_pelumas_turbin.png?500 |}}
<WRAP centeralign> **   Gambar 1. Sistem Pelumas Turbin ** </WRAP>

== Komponen-komponen utama dalam sistem pelumasan antara lain adalah: ==
  - Tangki Minyak Utama / Main Oil Tank (MOT)
  - Pompa pelumas
  - Pendingin minyak pelumas (Oil Cooler)
  - Saringan-saringan
  - Regulator
  - Pemurni minyak (Purifier)

== Adapun Pejelasannya sebagai berikut: ==

==== 1.1 Tangki Pelumas (Main Oil Tank) ====
Tangki pelumas berfungsi sebagai penampung (reservoir) guna memasok kebutuhan minyak bagi sistem pelumasan dan lainnya serta menampung minyak yang kembali dari sistem pelumasan.

{{ :unit_1-4:control_oil_turbine:main_oil_tank.png?500 |}}
<WRAP centeralign> **  Gambar 2. Main Oil Tank ** </WRAP>

Pada tangki pelumas juga yang beberapa pompa pelumas seperti Pompa Pelumas Bantu (AOP), Turning Oil Pump (TOP) dan Emergency Oil Pump (EOP). Didalam tangki sendiri juga dilengkapi dengan beberapa lapis saringan (filter) untuk menyaring kotoran. Selain itu tangki juga dilengkapi dengan oil vapour extractor untuk menghisap uap minyak yang terbentuk serta saluran drain untuk membuang kotoran / lumpur yang terbentuk dalam minyak. Untuk melihat level minyak didalam tangki secara visual disediakan gelas duga dan tongkat pengukur (deep stick).

== Data Teknik MOT: ==			
<WRAP group>
<WRAP fifth column>
  *Capacity \\
  *Total oil in system \\	
</WRAP>
<WRAP fifth column>
: 24 m3 \\
: 35 m3 \\
</WRAP>
</WRAP>

== Data Teknik Vapour Extractor: ==			
 
<WRAP group>
<WRAP fifth column>
  *Drive \\
  *Speed \\
  *Capacity \\
  *Motor Power \\	
</WRAP> 
<WRAP fifth column>
: AC motor driven \\
: 3000 rpm \\
: 13 m3/ min \\
: 0,4 kW \\
</WRAP>
</WRAP>


==== 1.2. Pompa - Pompa Pelumas ====
Pompa pelumas berfungsi untuk menjamin kontinyuitas aliran dan tekanan minyak pelumas dalam sistem pelumasan. Demikian pentingnya kedua parameter tersebut, sehingga dalam sistem pelumasan disediakan beberapa buah pompa yaitu :
  - Pompa pelumas utama (Main Oil Pump)
  - Pompa pelumas bantu (Auxiliary Oil Pump)
  - Turning Oil Pump
  - Pompa pelumas darurat (Emergency Oil Pump)
Pada sistem pelumasan, minyak pelumas dari tangki dipompakan oleh pompa pelumas dan dialirkan melalui pendingin (Oil Cooler), melintasi pengontrol aliran atau regulator tekanan dan selanjutnya mengalir kebantalan untuk akhirnya kembali ke tangki pelumas.

Dalam keadaan turbin sudah beroperasi normal, minyak pelumas dipasok oleh Main Oil Pump yang digerakkan oleh poros turbin. Tetapi dalam keadaan start/shutdown, maka pompa-pompa yang terpasang di tangki pelumas yang beroperasi.

=== Pompa Pelumas Utama (Main Oil Pump) ===
Merupakan pompa sentrifugal yang terpasang dipedestal turbin dan digerakkan oleh poros turbin.
{{ :unit_1-4:control_oil_turbine:main_oil_pump.png?500 |}}
<WRAP centeralign> ** Gambar 3. Main Oil Pump ** </WRAP>

Pompa ini memasok kebutuhan minyak untuk sistem pelumas turbin, minyak pengatur (control oil) untuk governor, minyak penggerak servomotor / aktuator hidrolik (power oil) dan pasok cadangan (back up supply) untuk minyak perapat poros generator (seal oil system). Karena pompa ini digerakkan manakala putaran turbin sudah diatas 90 % dari putaran nominalnya. Pada saat putaran turbin < 90%, maka diperlukan pompa pelumas lain (biasanya AOP) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

== Data Teknik MOP: ==		

<WRAP group>
<WRAP sixth column>
  *Type \\
  *Drive \\
  *Speed \\
  *Capacity \\
  *Relay Oil Pressure \\
  *Lub Oil Pressure \\
</WRAP> 
<WRAP sixth column>
: Centrifugal \\
: Main turbine driven \\
: 3000 rpm \\
: 7600 L/min \\
: 22,2 kg/cm2 \\
: 1,2 kg/cm2 \\
</WRAP>
</WRAP>

Umumnya merupakan konstruksi double suction single stage. Pompa ini dipasok oleh minyak dari ejektor minyak (oil ejector) pada tekanan 1 ~ 1,5 bar dengan tekanan sisi tekan (discharge) proporsional dengan putaran. Pada putaran nominal, tekanan keluar pompa berkisar antara 20 ~ 30 bar (tergantung desain).

=== Pompa Pelumas Bantu (Auxiliary Oil Pump) ===
Pompa ini dipasang diatas tangki Utama dan digerakkan oleh motor listrik AC. Berfungsi sebagai pemasok minyak manakala pompa utama (MOP) belum mampu menjalankan tugasnya (putaran Turbin < 90 %) misalnya saat start turbin, shutdown ataupun adalah masalah lain (malfunction) pada MOP. AOP memasok kebutuhan minyak untuk sistem pelumasan, minyak pengatur (control oil) dan minyak penggerak (power oil) pada sistem governor, pasok cadangan bagi sistem perapat poros generator (seal oil system) serta memasok minyak untuk sisi hisap MOP (MOP suction). Switch pompa ini umumnya memiliki 3 posisi yaitu “RUN”, “AUTO” dan posisi “Lock”. Posisi RUN untuk menjalankan pompa secara manual. Pada posisi “AUTO”, pompa akan start secara otomatis bila tekanan minyak pelumas < 0.85 kg/cm2. Posisi “Lock” adalah untuk memblokir agar pompa ini tidak akan beroperasi dalam kondisi apapun juga.

== Data Teknik AOP: ==

<WRAP group>
<WRAP sixth column>
  *Type \\
  *Drive \\
  *Speed \\
  *Capacity \\
  *Discharge Pressure \\
  *Motor Power \\
</WRAP> 
<WRAP sixth column>
: Centrifugal \\
: AC motor driven \\
: 3000 rpm \\
: 1250/2710 L/min \\
: 21,1 & 3,5 kg/cm2 \\
: 140 kW \\
</WRAP>
</WRAP>

=== Turning Oil Pump (TOP) ===
Pompa ini juga dipasang dibagian atas tangki Utama turbin dan digerakkan oleh motor listik AC. Pompa ini hanya menyediakan pasokan bagi sistem pelumas bantalan terutama pada saat rotor turbin sedang diputar oleh turbin gear. Seperti halnya AOP, TOP juga dilengkapi oleh switch 3 posisi. Posisi RUN untuk menjalankan pompa secara manual. Pada posisi “AUTO”, TOP akan start secara otomatis bila tekanan pelumas turun < 0.75 kg/cm2. Posisi “Lock” adalah untuk memblokir agar pompa ini tidak akan beroperasi dalam kondisi apapun juga.
== Data Teknik TOP: ==

<WRAP group>
<WRAP sixth column>
  *Type \\
  *Drive \\
  *Speed \\
  *Capacity \\
  *Discharge Pressure \\
  *Motor Power \\
</WRAP> 
<WRAP sixth column>
: Centrifugal \\
: AC motor driven \\
: 1500 rpm \\
: 2520 L/min \\
: 3,0 kg/cm2 \\
: 30 kW \\
</WRAP>
</WRAP>

=== Pompa Pelumas Darurat (Emergency Oil Pump) ===
Pompa ini digerakkan oleh motor listrik DC. Dengan demikian maka pompa ini merupakan pompa yang masih dapat beroperasi meskipun dalam kondisi pasokan listrik AC tidak tersedia misalnya dalam keadaan black out.  Seperti halnya TOP, pompa ini juga hanya memasok sistem pelumasan turbin. EOP juga dilengkapi switch 3 posisi. Posisi “RUN” untuk menjalankan pompa secara manual. Pada posisi “AUTO”, meskipun pasokan listrik AC tetap tersedia, pompa ini juga akan start secara otomatis bila tekanan minyak pelumas bantalan turun < 0.65 kg/cm2. Posisi “Lock” adalah untuk memblokir agar pompa ini tidak akan beroperasi dalam kondisi apapun juga.

== Data Teknik EOP: ==	

<WRAP group>
<WRAP sixth column>
  *Type \\
  *Drive \\
  *Speed \\
  *Capacity \\
  *Discharge Pressure \\
  *Motor Power \\
</WRAP> 
<WRAP sixth column>
: Centrifugal \\
: DC motor driven \\
: 1500 rpm \\
: 2520 L/min \\
: 3,0 kg/cm2 \\
: 30 kW \\
</WRAP>
</WRAP>

==== 1.3. Pendingin Minyak (Oil Cooler) ====
Seperti telah disinggung diatas bahwa minyak pelumas yang mengalir ke bantalan bukan hanya berfungsi sebagai pelumas tetapi juga menyerap panas yang timbul dibantalan. 

{{ :unit_1-4:control_oil_turbine:oil_cooler_turbin.png?400 |}}
<WRAP centeralign> **  Gambar 4. Oil Cooler Turbin ** </WRAP>